News

LK II HMI Jeneponto “Sekapur Sirih”: Arena Produksi Gagasan, Penempaan Moral, dan Konsolidasi Kepemimpinan Kader Hijau-Hitam

1765123768777
Dendy Malik Sebagai Peserta LK II HMI Cabang Jeneponto Terlibat Dalam Dialektika Intens Di Ruang Pelatihan - Sebuah Proses Pematangan Intelektual Dan Etika Kepemimpinan Yang Menjadi Ciri Khas Kader Hijau-Hitam. Senin (03/12/2025). Foto Barsa

INSAN.NEWS || Jeneponto,- Intermediate Training (LK II) HMI Cabang Jeneponto kembali menjadi magnet dialektika dan ruang pembentukan karakter kader muda Himpunan Mahasiswa Islam.

Dengan mengusung Grand Tema “Sekapur Sirih”, forum ini tidak hanya menjadi kegiatan formal organisasi, melainkan laboratorium pembacaan ulang nilai, identitas, dan tanggung jawab kader HMI dalam konteks sosial-politik Indonesia yang kompleks.

‎Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Hotel Lingkarsut, Jeneponto, pada Senin (03/12/2025), menghadirkan peserta dari berbagai cabang se-Sulawesi Selatan hingga beberapa daerah di luar provinsi.

‎Atmosfer kegiatan sejak hari pertama telah memancarkan semangat intelektual yang kuat – kader datang bukan hanya untuk menyimak, tetapi terlibat aktif dalam perdebatan, memperluas cakrawala pikir, dan menguji kepekaan sosial mereka.

‎Tradisi Intelektual HMI Menyala di Arena LK II

Panen Perdana Nila KJA, POKDAKAN MAPAN Buktikan Kebangkitan Ekonomi Warga Maccini Sombala

‎Ruang sidang yang dipenuhi kader hijau-hitam tampak hidup oleh dinamika wacana. Para peserta saling mengulangi dan menantang argumen, menghadirkan referensi literatur, dan mengaitkan fenomena sosial dengan nilai dasar perjuangan HMI.

Tradisi intelektual yang telah menjadi ciri HMI sejak berdirinya kembali menemukan relevansinya:

‎”Menciptakan “manusia pembaharu” yang mampu membaca zaman dengan tajam dan bertindak dengan etika”.

‎Forum ini memperlihatkan bahwa LK II bukan sekadar proses kaderisasi struktural, tetapi ruang konsolidasi gagasan. Para peserta dihadapkan pada konteks sosial kekinian:

‎”Derasnya arus informasi, polarisasi wacana politik, tantangan moral publik, dan problem ketidakadilan sosial”.

KOHATI BADKO Sulsel Gelar Seminar Lingkungan dan Workshop Eco Enzyme di Makassar

‎‎Setiap tema dibedah tidak hanya dari perspektif ilmu, tetapi juga dari perspektif nilai keislaman dan keindonesiaan.

‎Kritik Sosial, Etika Gerakan, dan Kejernihan Analisis

‎Pada sesi eksplorasi isu, Ketua Kelompok, Dendy Malik, memandu kajian intensif mengenai isu-isu strategis yang menjadi fondasi kepemimpinan progresif kader HMI. Tema yang diperdalam di antaranya:

  • ‎‎Budaya dan Etika dalam Masyarakat Modern
  • ‎‎Struktur Gender dan Dinamika Keadilan Sosial
  • ‎‎Korupsi sebagai Krisis Moral dan Sistemik Bangsa
  • ‎Sistem Kerja, Tata Kelola Organisasi, dan Profesionalitas Kader

‎Dendy menegaskan bahwa isu tersebut bukan sekadar teori akademik, melainkan realitas yang harus dibaca dengan kesadaran kritis oleh setiap kader.

‎“Kader HMI tidak boleh hanya menjadi penghafal teori. Kita harus mampu menerjemahkan persoalan budaya, gender, korupsi, dan sistem kerja ke dalam sikap dan tindakan. Tanpa etika dan integritas, kecerdasan hanyalah kerangka kosong,” ujar Dendy Malik dalam sesi diskusi.

Mahasiswa Asal Makassar Soroti Nasib Pegawai Paruh Waktu Kabupaten Dompu

‎‎Ia melanjutkan bahwa HMI selalu menempatkan integritas moral sebagai inti kepemimpinan.

‎“Zaman berubah dengan cepat, tetapi nilai tidak boleh lekang. LK II adalah ruang kita untuk menyatukan kecepatan berpikir dengan keteguhan moral,” tambahnya.

‎Menegaskan Peran HMI sebagai Agen Perubahan

‎‎Bagi HMI Cabang Jeneponto, LK II tahun ini adalah momentum penting untuk mengembalikan posisi HMI sebagai pusat pengembangan gagasan sosial dan etika kepemimpinan.

Peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi dituntut untuk mampu membaca isu secara multidisipliner, memahami tantangan keumatan, dan memetakan problem kebangsaan dengan perspektif transformasional.

‎‎Dalam berbagai sesi, peserta juga diajak menelusuri kembali nilai dasar HMI sebagai organisasi kader:

‎‎”Insan akademis, pencipta, pengabdi; bernafaskan Islam; dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT”.

‎Melalui diskusi yang panjang, para peserta menegaskan bahwa kader HMI harus terus tampil sebagai penyambung nalar kritis masyarakat – menjadi agen perubahan yang tidak takut bersuara, tidak gentar menghadapi tantangan, tetapi tetap berpegang pada nilai-nilai etik dan keislaman.

Harapan Besar untuk Lahirnya Pemimpin Baru

‎Kegiatan LK II HMI Cabang Jeneponto ini diharapkan melahirkan kader yang matang secara intelektual, kuat secara karakter, dan mapan secara moral. Dengan komposisi peserta yang beragam, forum ini memperlihatkan bahwa HMI tetap menjadi ruang perjumpaan gagasan anak-anak bangsa yang ingin berperan lebih besar dalam masyarakat.

‎‎LK II bukan akhir, tetapi awal perjalanan baru bagi setiap kader untuk kembali ke masyarakat dengan kapasitas yang lebih kuat dan perspektif yang lebih luas.

‎INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda ‎Follow Berita InsanNews di Google New

× Advertisement
× Advertisement