News

Nur Fatmi Raih Peserta Terbaik Nasional: LK II HMI Jeneponto Badko Sulsel

1765123816728
Nur Fatmi Asal Kampus Mega Rezky Komisariat Unimerz HMI Cabang Makassar - Menerima Penghargaan Peserta Terbaik - Penanda Lahirnya Generasi Baru HMI Yang Kritis, Berprinsip, Dan Berkarakter. Jum'at (05/12/2025). Foto Barsa

INSAN.NEWS || Jeneponto,– Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kembali menegaskan posisinya sebagai organisasi kaderisasi yang konsisten melahirkan pemimpin muda bangsa.

‎Pelaksanaan Intermediate Training (LK II) HMI Cabang Jeneponto dengan Grand Tema “Sekapur Sirih” bukan sekadar forum pelatihan, tetapi menjadi ruang dialektika untuk memperbarui nilai-nilai keumatan dan kebangsaan yang telah lama menjadi ruh perjuangan HMI. Kegiatan berlangsung pada 28 November–5 Desember 2025 di Aula Hotel Lingkarsut, Jum’at (05/12/2025). 

‎Dengan peserta dari berbagai cabang se-Sulawesi Selatan dan luar provinsi. Proses screening test 24 Desember memastikan forum dihuni oleh kader yang siap ditempa secara serius dan terukur.

‎Nur Fatmi Tampil Gemilang sebagai Peserta Terbaik Nasional

‎Dari 34 peserta, Nur Fatmi (HMI Cabang Makassar – Komisariat Unimerz) tampil sebagai Peserta Terbaik Nasional dengan Predikat B. Ia menonjol melalui ketajaman analisis, konsistensi, dan integritas selama mengikuti seluruh rangkaian forum.

Panen Perdana Nila KJA, POKDAKAN MAPAN Buktikan Kebangkitan Ekonomi Warga Maccini Sombala

‎Dalam kesan penutupnya, Nur Fatmi menghadirkan gagasan yang memperkuat filosofi kaderisasi HMI:

“Forum ini memperkaya cara pandang saya, bukan hanya tentang ilmu, tetapi tentang bagaimana menjadi insan cita – mereka yang berpikir kritis, berprinsip, berkarakter, dan siap mengabdi untuk umat dan bangsa. Menjadi kader HMI berarti siap menjadi pembelajar sepanjang hayat.”

‎Gagasannya mencerminkan pemahaman mendalam akan esensi kaderisasi HMI, yang berorientasi pada pembentukan pribadi ulil albab – cendekia yang berkarakter, beretika, dan peka terhadap problem sosial.

‎Prestasi ini menjadi bukti bahwa kultur intelektual HMI tetap subur dan berdaya menghasilkan kader yang mampu membawa gagasan progresif dalam ruang publik.

Jejak Panjang Kaderisasi HMI dan Resonansi Gagasan Nur Fatmi

KOHATI BADKO Sulsel Gelar Seminar Lingkungan dan Workshop Eco Enzyme di Makassar

‎Sejak berdiri pada 1947, HMI telah menjalankan kaderisasi berlapis – LK I, LK II, hingga LK III – sebagai sistem pembentukan intelektual dan karakter yang terukur.

Tradisi ini telah melahirkan banyak pemimpin nasional:

“Birokrat, akademisi, ekonom, aktivis sosial hingga pemikir publik”.

‎Namun, apa yang disampaikan Nur Fatmi dalam forum ini menegaskan bahwa kaderisasi bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga arena aktualisasi gagasan baru generasi muda HMI. Ia menekankan pentingnya tiga pilar:

‎1. Kritis sebagai Jalan Perubahan

Mahasiswa Asal Makassar Soroti Nasib Pegawai Paruh Waktu Kabupaten Dompu

‎Menurutnya, kader HMI wajib membangun keberanian berpikir kritis dalam merespons dinamika sosial-politik yang semakin kompleks. Di sinilah LK II menjadi ruang pembentukan kerangka berpikir yang metodologis.

‎2. Prinsip sebagai Arah Moral

‎Nur Fatmi menggarisbawahi bahwa kecerdasan saja tidak cukup;

“Integritas moral harus menjadi arah juang kader HMI dalam mengemban amanah publik”.

‎3. Karakter sebagai Pondasi Kepemimpinan

‎Baginya, seorang kader tidak cukup sekadar pintar, tetapi harus kokoh secara karakter – mampu berdiri tegak dalam situasi sulit, serta mengutamakan kemaslahatan umat dan bangsa.

‎Ketiga gagasan ini senada dengan nilai “Insan Cita” yang menjadi dasar perjuangan HMI, sekaligus memperkaya diskursus kaderisasi nasional.

Hal ini menunjukkan bahwa generasi baru HMI tidak hanya mewarisi nilai lama, tetapi juga menghadirkan reinterpretasi yang relevan dengan tantangan zaman.

LK II Jeneponto: Simpul Regenerasi Nilai, Tradisi, dan Gagasan

‎LK II Jeneponto 2025 menjadi simpul penting dalam rantai panjang kaderisasi HMI. Forum ini bukan hanya melatih kemampuan teknis dan intelektual, tetapi juga merawat daya cipta gagasan yang menjadi kekuatan moral kader HMI dari masa ke masa.

‎Jejak kaderisasi yang kuat, dipadukan dengan gagasan-gagasan segar seperti yang disampaikan Nur Fatmi, menjadi indikator bahwa regenerasi HMI tengah berada di jalur yang tepat – melahirkan kader yang tidak hanya cerdas, tetapi juga visioner dan berkarakter.

INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google New

× Advertisement
× Advertisement