INSAN.NEWS || Yogyakarta,- 14 Januari 2026 – Dalam konteks Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) wawasan Nusantara sebagai geopolitik pemikiran kader HMI sebagai ideologi dalam mewujudkan cita cita Indonesia, dalam mempelajari dalam konteks wilayah cara pandang dalam menghubungkan nilai nilai keislaman dengan keindonesiaan.
Sebagai kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan pengejawantahan dalam pasal 6 anggara dasar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Ini merupakan akar dari pendirian kader dalam melihat kondisi dalam geopolitik indonesia namun tetap berakar dalam satu kesatuan.
Kita ketahui bahwa wawasan nusantara sebagai pemahaman ideologi bagi kader insan cita, harus mengenal identitas keindonesiaan berdasarkan pada Undang-undang 1945 dan Pancasila sehingga menjadi warga nasionalisme.
Dalam hal ini Organisasi sebagai wadah yang perjuangan dalam melihat kondisi bangsa saat ini sudah banyak polemik yang di hadapi oleh bangsa karena kurang kesadaran pemerintah.
Hal paling dasar dalam wawasan nusantara banyak kasus yang kemudian oleh warga negara di bangsa ini.
Menanggulangi kesadaran geografi dalam keindonesiaan tantangan paling besar saat ini semakin kompleks dan struktural yang dipengaruhi oleh Global dalam kondisi internal bangsa.
Wawasan nusantara ini sebagai pemahaman sebagai ideologi kader HMI harus mewujudkan tujuan dari visi misi persatuan bangsa, tetapi sering menjadi permasalahan dengan kondisi realitas sosial di lapangan, dengan visi misi persatuan ini merupakan tugas dan tanggung jawab bersama apalagi kader Himpunan Mahasiswa harus memiliki semangat keislaman dan kebangsaan sebagai penyatuan dalam mewujudkan Nasionalisme.
Konflik internal bangsa menggugurkan nilai nilai kesatuan yang melahirkan ancaman perpecahan antar umat dan bangsa, kita lihat saja realitas sosial yang terjadi pada hari ini salah satunya di bagian Papua. Ini merupakan tantangan berat bagi bangsa ini dalam mewujudkan integritas dalam politik dalam memberikan keamanan.
Problem ini tidak mampu diselesaikan oleh pemerintah maka perang kader HMI harus memberikan pemahaman ideologi nusantara terhadap publik dalam menarik kesatuan bangsa dalam wajah nasionalisme, sebenarnya paling mendasar pemerintah harus mengupayakan dalam menetralisir kan dalam keamanan.
Sebagai Kader HMI sebagai pelopor bangsa dan pemimpin masa depan harus melibatkan dalam dunia politik dalam memberikan kebijakan dan dorong pembangunan dalam pemerataan dalam kondisi ekonomi, Bangsa khusunya daerah yang tertinggal.
Sebenarnya kita perlu ketahui kerangka ideologi pahaman sebagai kader HMI namun dalam kacamata HMI nusantara sebagai ruang pengabdian yang dimana semangat keislaman dan kebangsaan tersebut di aktualisasikan dalam wacana nusantara Himpunan Mahasiswa Islam dan Nusantara sudah di rangkul dalam islam keindonesiaan.
Dalam wacana HMI nusantara harus menjadi spirit bagi setiap warga negara dan harus menganut pahaman bahwa dalam kehidupan harus terhindar dari persoalan konflik.
Nusantara bukan sekedar wilayah dalam geografi akan tetapi sebagai bentuk perjuangan dalam mengkondisikan perdamaian intinya ideologi sebagai pahaman yang harus membumi dalam indentitas keindonesiaan dalam sosiologi nusantara.
Artinya kesadaran bernegara harus menuju pada keadilan karena kita tahu bahwasannya nuansa pengimplementasian saling menghargai karakter antar suku kita ketahui dalam konteks NDP HMI sebagai melawan penindasan di bumi nusantara oleh kolonialisme baru maupun ketidak adilan ekonomi.
Cita-cita geopolitik indonesia yang dicita-citakan oleh HMI yaitu kemakmuran dan keadilan dari sabang sampai merauke tanpa ada penindasan suku dan budaya dan kehidupan harus disejahterakan untuk mewujudkan cita-cita bangsa.
Maka dari itu kita harus menolak ideologi transnasional yang akan mengantikan ideologi negara yang semata mata merusak tatanan sosial menjadi Nusantara yang bermartabat.
Kader HMI harus mampu menampilkan toleransi dengan sesuai karakter masyarakat Nusantara dan kemudian kader HMI harus mampu menjawab persoalan kemiskinan dan penindasan apalagi kebodohan anak bangsa yang harus diwujudkan dengan berperang sebagai guru bangsa.
INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google New


