INSAN.NEWS || Makassar,- Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) MAPAN menorehkan tonggak penting dalam transformasi ekonomi lokal dengan sukses menggelar panen perdana ikan nila menggunakan sistem Keramba Jaring Apung (KJA).
Program ini memanfaatkan anak Sungai Jeneberang yang melintasi Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, dan kini menjadi simbol nyata kebangkitan ekonomi berbasis potensi lokal dan kemandirian warga.
Panen perdana ini berasal dari 25.000 ekor bibit nila hasil pembenihan mandiri, yang dikelola secara profesional oleh anggota POKDAKAN MAPAN.
Keberhasilan tersebut sekaligus membantah keraguan awal masyarakat terhadap nilai ekonomis budidaya ikan air tawar di wilayah perkotaan.
Ketua POKDAKAN MAPAN, Mapparenta Hasan, menegaskan bahwa inisiatif budidaya ini lahir dari komitmen untuk memastikan setiap potensi alam memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan tidak ada ruang dan sumber daya alam yang terabaikan. Budidaya ini kami kelola secara profesional agar benar-benar berdampak pada peningkatan ekonomi warga,” ujar Mapparenta, Minggu (18/01/2026).
Ia menambahkan, program ini dirancang selaras dengan Program Urban Farming Pemerintah Kota Makassar, sebagai model pembangunan ekonomi kelurahan yang berkelanjutan dan inklusif.
Dukungan Pemkot Makassar dan Harapan Subsidi Pakan
Keberhasilan panen perdana ini turut mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang hadir menyaksikan proses panen di lokasi KJA.
Kehadiran Wali Kota menjadi dorongan moril bagi para pembudidaya untuk terus mengembangkan usaha ini.
Namun demikian, tantangan utama yang masih dihadapi adalah tingginya biaya produksi, khususnya pakan.
Asfar S, pelaku budidaya sekaligus Pembina POKDAKAN MAPAN, menyebut biaya pakan menyerap hingga 80 persen dari total modal usaha.
“Jika sektor pertanian mendapatkan subsidi pupuk, kami berharap pemerintah juga memberi perhatian serupa bagi pembudidaya ikan air tawar melalui program subsidi pakan. Ini penting agar usaha budidaya semakin efisien, kompetitif, dan berkelanjutan,” tegas Asfar.
Target Hilirisasi dan Penguatan UMKM Lokal
Ke depan, POKDAKAN MAPAN tidak hanya fokus pada sektor hulu budidaya, tetapi juga menyiapkan strategi hilirisasi melalui pengolahan hasil panen.
Langkah ini ditujukan untuk menggerakkan UMKM lokal dan menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat Maccini Sombala.
“Kami optimistis budidaya ini akan menjadikan Maccini Sombala sebagai sentra ekonomi baru. Produk olahan ikan nila akan membuka lapangan usaha dan meningkatkan kesejahteraan warga secara luas,” tambah Asfar.
Dengan sinergi antara masyarakat, pengelolaan profesional, serta dukungan pemerintah, budidaya ikan nila KJA di Maccini Sombala diharapkan menjadi model percontohan penguatan ketahanan pangan dan kedaulatan ekonomi dari tingkat kelurahan.
INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google New


