INSAN.NEWS || Makassar,- Kader progresif bukan sekadar jargon atau slogan seremonial. Ia adalah tulang punggung organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yang menentukan hidup-matinya gerakan.
Penegasan ini disampaikan Ketua Umum HMI Cabang Makassar Sarah Agusalim dalam kegiatan Latihan Kader II (LK II) Tingkat Nasional HMI Korkom Tamalate, Cabang Makassar, di Wisma Latobang, Rabu (28/01/2026).
Dalam pemaparannya, Sarah menekankan bahwa tanpa kader progresif, HMI hanya akan menjadi organisasi mati yang menunda pemakaman – struktur ada, tetapi roh perjuangan telah hilang.
“Progresif kader adalah mereka yang sadar bahwa dirinya adalah tulang punggung organisasi. Ketika tulang punggung ini patah, maka organisasi akan lumpuh dan kehilangan arah sejarahnya. Kader tidak boleh hanya patuh pada struktur; mereka harus menjadi subjek perubahan yang membaca zaman, berpihak pada nilai, dan berani menegakkan ideologi perjuangan,” tegas Sarah.
Ia menolak keras pola pengkaderan yang formalistis dan kosong ideologi. Menurutnya, HMI membutuhkan kader yang gelisah, kritis, dan progresif – karena hanya melalui kegelisahan itu lahir kesadaran ideologis yang menggerakkan organisasi.
“HMI tidak bisa hidup sebagai simbol kosong. Setiap kader harus menjadikan Nilai Dasar Perjuangan sebagai peta jalan kembali, organisasi sebagai medan juang, dan realitas sosial sebagai laboratorium tindakan. Jika kader berhenti berproses, HMI berhenti bernafas sebagai gerakan intelektual yang berpihak,” pungkas Sarah.
Kegiatan Latihan Kader II menjadi momen konsolidasi ideologis bagi kader menengah HMI, memperkuat akar perjuangan progresif yang menjaga organisasi tetap hidup, kritis, dan relevan di tengah tantangan zaman.
INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google New


