INSAN.NEWS || Makassar,- Menjadi pusat intelektual dalam Latihan Kader II (LK II) Tingkat Nasional HMI Korkom Tamalate Cabang Makassar di Wisma Latobang, Makassar. Kamis, (29/01/2026).
Abdul Karim menyampaikan materi penting dengan judul “Peran Kader Sebagai Patron Digitalisasi Pendidikan”, menegaskan bahwa kader HMI tidak hanya memahami digitalisasi, tetapi menjadi indikator intelektual yang menuntun arah pendidikan modern.
Dalam pemaparannya, Abdul Karim menekankan:
“Terlambat mengenal teknologi bukan berarti ketinggalan; ketinggalan sejati adalah ketika hati dan pikiran membeku dalam ketidakpedulian. Kader HMI sejati bergerak, meski lambat, karena ia menempuh jalan memahami, bukan sekadar mengikuti arus.”
Digitalisasi, menurut Abdul Karim, adalah ekstensi dari rasio dan nurani kader, bukan sekadar alat teknis. Setiap langkah penguasaan digital adalah bagian dari medan pertempuran ide:
“Digitalisasi adalah gua Plato modern; tanpa pemahaman, kita hanya melihat bayangan dunia. Dengan memahami, kita menatap realitas. Kader tanpa digitalisasi adalah filsuf yang tersesat dalam gua sendiri.”
Abdul Karim menekankan bahwa peran kader sebagai patron digitalisasi pendidikan tidak berhenti pada penguasaan teknologi, tetapi mencakup transformasi pendidikan dan internalisasi nilai dakwah-ijtimaiyya:
“Jika kita tidak menginternalisasi digitalisasi, kita hanyut dalam kabut informasi. Jika kita menguasainya, kita menjadi indikator intelektual yang menuntun arah pendidikan. Inilah amanah kaderisasi: intelektual yang progresif, moral yang teguh, dan teknologi yang manusiawi.”
Kegiatan LK II ini berfungsi sebagai laboratorium intelektual, di mana kader mengembangkan penguasaan digital, filsafat pendidikan, dan karakter kepemimpinan. Abdul Karim menutup pemaparannya dengan paradigma konseptual:
“Kader HMI adalah desainer epistemik masa depan pendidikan. Setiap byte, setiap inovasi, adalah batu bata pembangunan bangsa. Jangan hanya mengumpulkan informasi; rangkai, internalisasi, dan jadikan indikator intelektual yang menerangi kompleksitas zaman.”
Dengan demikian, HMI menegaskan posisinya sebagai penggerak intelektual dan moral, sekaligus penjaga transformasi pendidikan digital. Wisma Latobang menjadi saksi lahirnya kader-kader yang cerdas secara digital, visioner, dan mampu menjadi indikator intelektual di era pendidikan modern.
INSAN.NEWS — Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google News


