INSAN.NEWS || Makassar,- Isu perlindungan perempuan dan anak ditegaskan sebagai fondasi utama dalam menopang keberlanjutan dan kemajuan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Rahayu Juwita Ghalib dalam kegiatan Latihan Kader II (LK II) Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Korkom Tamalate, yang digelar di Wisma Latobang, Sabtu (31/01/2026).
Dalam pemaparannya, Rahayu menekankan bahwa rumah merupakan ruang awal pembentukan karakter manusia. Peran ibu dan anak menjadi elemen penting dalam membangun nilai, ketahanan moral, serta arah masa depan suatu bangsa.
“Sesungguhnya fondasi masyarakat dimulai dari rumah. Dari sanalah nilai, keberanian, dan kesadaran tumbuh,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kesadaran individu dalam menjaga diri sendiri, terutama bagi perempuan dan anak yang kerap berada dalam posisi rentan. Menurutnya, perlindungan tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga harus dimulai dari kesadaran personal.
“Tidak ada yang bisa sepenuhnya menjaga diri kita selain diri kita sendiri. Karena itu, penguatan kesadaran menjadi kunci,” tegas Rahayu.
Lebih lanjut, ia menyoroti realitas sosial bahwa perempuan sering kali dianggap lemah, namun pada kenyataannya memiliki daya juang dan keteguhan luar biasa dalam menghadapi tekanan sosial.

Juwita Rahayu Ghalib menerima Piagam Penghargaan pada Kegiatan LK II HMI Korkom Tamalate Cabang Makassar.
Menutup pemaparannya, Rahayu berharap forum LK II ini menjadi ruang pembelajaran kolektif untuk membangun generasi kader yang lebih peka, sehat secara sosial, dan mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat.
“Semoga dari tempat ini kita belajar menjadi lebih baik ke depan, sehat untuk semua, dan sukses untuk semua,” tutupnya.
INSAN.NEWS — Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google News


