INSAN.NEWS || Maros—Suasana khidmat menyelimuti arena Intermediate Training (LK II) Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Butta Salewangang Maros saat puluhan peserta melaksanakan sholat lail berjamaah di Wisma Afiat, Jalan Poros Daya–Maros, Kamis dini hari (21/5/2026).
Kegiatan spiritual tersebut menjadi bagian dari penguatan karakter dan pembinaan mental kader selama proses pelatihan berlangsung.
Sholat tahajud berjamaah dipimpin oleh Muhammad Riski Rahmatullah, peserta asal HMI Cabang Barru. Sebanyak 38 peserta dari berbagai cabang HMI di Indonesia mengikuti ibadah malam itu dengan penuh kekhusyukan.
Momentum tersebut dinilai tidak sekadar menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat integritas, moralitas, dan nilai perjuangan kader.
Usai pelaksanaan sholat lail, forum dilanjutkan dengan kultum yang disampaikan Harun Shikka Songge.
Dalam tausiyahnya, ia menekankan bahwa perjuangan intelektual dan gerakan kader tidak dapat dipisahkan dari kekuatan spiritual.
Menurutnya, bangun di sepertiga malam merupakan bentuk latihan kedisiplinan batin sekaligus upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Bangun di tengah malam adalah kerinduan seorang kader untuk menjemput marwah yang diberikan Allah SWT. Dari tahajud, lahir keteguhan hati, keikhlasan, dan keberanian menjaga nilai perjuangan,” ujar Harun Shikka Songge dalam kultumnya.
Harun juga menegaskan bahwa kader Himpunan Mahasiswa Islam memiliki tanggung jawab historis dan moral dalam mewujudkan cita-cita bangsa.
Menurutnya, spirit perjuangan HMI harus tetap hidup selama keadilan sosial dan kemakmuran belum sepenuhnya dirasakan rakyat Indonesia.
“Selama bangsa ini belum mencapai pranata adil dan makmur, maka selama itu pula HMI punya tanggung jawab untuk memperjuangkan dan mewujudkan cita-cita tersebut,” tegas Harun di hadapan peserta LK II Nasional.
Ia juga mengingatkan bahwa kader HMI tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik dan retorika organisasi, tetapi harus memiliki fondasi spiritual yang kuat agar mampu menghadapi tantangan zaman dan tetap istiqamah dalam memperjuangkan nilai keislaman serta keindonesiaan.
Spirit malam itu menjadi gambaran bagaimana arena LK II Nasional HMI Maros tidak hanya membentuk kapasitas intelektual peserta, tetapi juga memperkuat dimensi moral dan religius kader.
INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google News


