INSAN.NEWS || Samarinda—Praktisi hukum sekaligus pengamat sosial, Ari Nugroho, meluncurkan dua buku yang mengupas persoalan penegakan hukum, keadilan, transparansi, dan arah pembangunan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Kedua buku tersebut diharapkan menjadi ruang edukasi sekaligus refleksi bagi masyarakat, akademisi, praktisi hukum, hingga penyelenggara negara dalam memperkuat budaya hukum yang berintegritas.
Ari Nugroho yang merupakan advokat dari Kantor Advokat & Auditor Hukum Triple A menghadirkan buku berjudul “Di Balik KUHP & KUHAP: Hukum dalam Bayang-Bayang Ketidakadilan”.
Melalui buku ini, ia mengajak pembaca memahami fungsi hukum sebagai instrumen keadilan sekaligus mengkritisi berbagai tantangan yang masih mewarnai praktik penegakan hukum di Indonesia.
Salah satu gagasan utama yang diangkat ialah pertanyaan reflektif, “Jika hukum dibuat untuk menegakkan keadilan, mengapa ketidakadilan masih sering menang?”
Menurut Ari, supremasi hukum hanya dapat terwujud apabila aparat penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat memiliki komitmen terhadap integritas, profesionalisme, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Selain itu, Ari juga memperkenalkan buku keduanya yang berjudul “Indonesia Emas/Cemas: Sebuah Renungan di Persimpangan Jalan Keadilan”.
Buku tersebut mengajak publik menelaah kembali makna Indonesia Emas 2045 dengan menempatkan keadilan, transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola pemerintahan yang bersih sebagai fondasi utama pembangunan nasional.
Menurutnya, Indonesia Emas tidak cukup dimaknai sebagai keberhasilan pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan infrastruktur.
Lebih dari itu, cita-cita tersebut harus diwujudkan melalui keberanian memberantas korupsi, menegakkan supremasi hukum, menjaga integritas aparatur negara, serta memastikan setiap warga negara memperoleh perlakuan yang sama di hadapan hukum.
”Masa depan Indonesia akan ditentukan oleh keberanian kita menegakkan hukum secara adil, mengelola negara secara transparan, serta menjaga integritas dalam setiap pengambilan kebijakan. Indonesia Emas bukan sekadar cita-cita, tetapi tanggung jawab bersama seluruh anak bangsa,” ujar Ari Nugroho, Rabu (15/7).
Ia menegaskan, kedua buku tersebut bukan ditulis untuk menyalahkan pihak tertentu, melainkan menjadi media edukasi dan refleksi agar masyarakat semakin memahami pentingnya hukum sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kehadiran kedua karya ini diharapkan dapat memperkuat partisipasi publik dalam mengawal penyelenggaraan negara yang transparan, akuntabel, serta berpihak pada kepentingan rakyat.
INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google News


