News

Dari Sindiran Jadi Lagu Anak-anak: Momen Bahlil Dikerubungi Bocah di Istana

MBG
Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dikerubungi anak-anak berpakaian adat saat berada di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026). Foto Ist

INSAN.NEWS || Jakarta—Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjadi perhatian saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (3/8).

Bukan karena agenda pemerintahan, melainkan karena Bahlil dikerubungi sejumlah anak yang mengenakan pakaian adat. Anak-anak tersebut merupakan bagian dari penyambutan tamu negara di Istana Merdeka.

Dalam video yang dibagikan Sekretaris Jenderal Partai Golkar M Sarmuji, anak-anak itu terlihat antusias berada di sekitar Bahlil. Mereka bahkan menyanyikan lagu yang belakangan dikenal dengan sebutan “MBG” atau “Mas Bahlil Ganteng” bersama Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

Bahlil tampak mengikuti nyanyian anak-anak itu. Momen tersebut kemudian menjadi salah satu potongan menarik dari rangkaian kunjungan kenegaraan PM Thailand ke Indonesia.

Sarmuji menyebut fenomena Bahlil dikerubungi anak-anak sudah menjadi pemandangan yang biasa setelah lagu tersebut ramai di media sosial.

Muhajir Tantang MKKS dan Kepala SMP Makassar: Jangan Cuma Bicara Peduli, Buktikan Aksi!

“Sudah jadi hal biasa ketika kanda ketum @melangkahdaritimur.id selalu dikerubungi bocil-bocil,” tulis Sarmuji dalam unggahannya.

Lagu yang Berawal dari Sindiran

Fenomena tersebut tidak terlepas dari popularitas lagu “Mas Bahlil Ganteng” yang sebelumnya ramai beredar di berbagai platform media sosial.

Lagu itu pada awalnya banyak dipahami sebagai bentuk sarkasme atau sindiran terhadap Bahlil. Namun, karena memiliki melodi yang mudah diingat dan terus diproduksi ulang dalam berbagai konten, lagu tersebut justru berkembang menjadi hiburan yang turut dikenal anak-anak.

Pengamat media sekaligus dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. Fajar Junaedi, melihat fenomena tersebut sebagai contoh bagaimana algoritma media sosial dapat mengubah makna sebuah konten.

HIPMI PT Dibentuk di Bulukumba, Tiga Kampus Siapkan Kader Pengusaha Muda

Menurut Fajar, lagu yang awalnya muncul sebagai bentuk sindiran dapat bergeser menjadi instrumen yang ikut memperkuat citra tokoh publik ketika terus dikonsumsi dan diulang oleh pengguna media sosial. �

RRI.co.id + 1

Dengan kata lain, sarkasme di ruang digital tidak selalu berakhir sebagai kritik. Ketika sebuah konten menjadi viral, pesan awalnya dapat mengalami perubahan makna sesuai dengan cara publik mengonsumsi dan menyebarkannya.

Bahlil Dampingi Prabowo Sambut PM Thailand

Pada hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto menerima PM Thailand Anutin Charnvirakul dalam kunjungan resmi di Istana Merdeka.

Appi Instruksikan Pembagian Masker Gratis, Sekolah di Makassar Batasi Aktivitas Luar Ruangan

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Thailand.

Bahlil merupakan salah satu pejabat yang mendampingi Presiden Prabowo dalam agenda tersebut, bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta sejumlah pejabat negara lainnya.

Di tengah agenda diplomatik tersebut, perhatian justru sempat beralih pada suasana informal ketika Bahlil berinteraksi dengan anak-anak penyambut tamu negara.

Momen itu menunjukkan sisi lain dari perjalanan sebuah fenomena digital: sesuatu yang bermula sebagai sindiran di media sosial dapat berubah menjadi lagu yang dinyanyikan anak-anak dan bahkan menjadi bagian dari momen publik seorang pejabat negara.

INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google News

× Advertisement
× Advertisement