News

Putra Mahkota Gowa Luncurkan Alih Aksara Lontara’ Bilang Gowa Tallo, Buka Kembali Jejak Sejarah Leluhur

Peluncuran Buku
Peluncuran buku Lontara’ Bilang Gowa Tallo’ di Kabupaten Gowa, Rabu (12/08/2026), Foto Ist

INSAN.NEWS || Gowa—Upaya merawat ingatan sejarah dan warisan intelektual Sulawesi Selatan kembali dilakukan melalui peluncuran buku Lontara’ Bilang Gowa Tallo’. Buku hasil alih aksara naskah kuno itu diluncurkan di Warkop Mannangkasi, Mawang, Kabupaten Gowa, Rabu malam (12/8).

Buku tersebut merupakan hasil alih aksara dari naskah kuno bernomor registrasi VT 25. Kehadirannya ditujukan untuk membuka akses yang lebih luas terhadap isi naskah klasik Lontara agar dapat dibaca, dipahami, dan dipelajari masyarakat, terutama generasi muda.

Putra Mahkota Kesultanan Gowa, A. Muhammad Imam (Patimatarang), hadir dalam peluncuran tersebut bersama Punggawa Kunjung Mae. Dalam kesempatan itu, ia memaparkan sejarah, nilai budaya, serta pentingnya penyelamatan naskah-naskah kuno yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Gowa dan Sulawesi Selatan.

“Naskah Lontara bukan sekadar peninggalan tertulis, melainkan sumber pengetahuan yang merekam perjalanan sejarah, nilai-nilai, serta identitas masyarakat Gowa dan Sulawesi Selatan,” ujar A. Muhammad Imam.

Menurut dia, keberadaan naskah kuno memiliki posisi penting dalam upaya memahami perjalanan masyarakat masa lalu. Karena itu, pelestarian tidak cukup hanya dengan menyimpan naskah, tetapi juga memastikan kandungan pengetahuannya dapat diakses oleh generasi berikutnya.

Muhajir Tantang MKKS dan Kepala SMP Makassar: Jangan Cuma Bicara Peduli, Buktikan Aksi!

Alih Aksara Buka Akses Naskah Kuno

Proses alih aksara naskah VT 25 dikerjakan oleh tim yang terdiri atas A. Muhammad Imam atau Patimatarang, Ashari Gunawan, Andi Muh. Nur Fajrin, dan Renaldi.

Program tersebut mencakup proses alih aksara hingga penerbitan buku. Berdasarkan keterangan dalam rilis, kegiatan itu memperoleh dukungan dan pendanaan penuh dari Balai Pelestarian Kebudayaan sebagai bagian dari upaya pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan warisan budaya bangsa.

Alih aksara menjadi bagian penting dalam pelestarian naskah karena membuka peluang bagi masyarakat yang tidak lagi terbiasa membaca aksara Lontara untuk mengenali isi dan konteks sejarah yang terkandung di dalamnya.

Dengan demikian, naskah tidak berhenti sebagai artefak yang tersimpan, tetapi dapat menjadi sumber pembelajaran dan bahan kajian sejarah serta kebudayaan.

HIPMI PT Dibentuk di Bulukumba, Tiga Kampus Siapkan Kader Pengusaha Muda

Peluncuran buku Lontara’ Bilang Gowa Tallo’ juga diharapkan memperkuat literasi sejarah lokal. Generasi muda didorong untuk tidak sekadar mengenal Lontara sebagai aksara tradisional, tetapi memahami pengetahuan dan nilai yang diwariskan melalui naskah tersebut.

Semangat “Inai A’Gau, Inai Ni Bilang” menjadi pesan yang menyertai kehadiran buku tersebut: pentingnya menelusuri sejarah, memahami identitas, serta menjaga warisan tradisi agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Bagi Sulawesi Selatan, upaya seperti ini bukan hanya soal menerbitkan sebuah buku. Lebih jauh, ia menjadi bagian dari usaha menjaga agar pengetahuan yang diwariskan leluhur tidak terputus dari generasi ke generasi.

INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google News

Appi Instruksikan Pembagian Masker Gratis, Sekolah di Makassar Batasi Aktivitas Luar Ruangan
× Advertisement
× Advertisement