News

Sebelum Bicara Indonesia Emas 2045, Kader HMI Diminta Tuntas Mengenali Diri

Dokumentasi HmI Cabang Bulukumba

INSAN.NEWS || BULUKUMBA —Kepemimpinan tidak lahir semata dari keberanian tampil di depan. Ia bermula dari kemampuan seseorang mengenali dirinya sendiri. Persoalan itu menjadi salah satu pembahasan dalam Forum Latihan Kader II (LK II) dan LKK HMI Cabang Bulukumba yang mengusung tema besar “Kepemimpinan Profetik HMI Pilar Indonesia Emas 2045.” Forum tersebut digelar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bulukumba), Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 41.

Dalam proses kaderisasi ini, peserta mendapatkan sejumlah materi yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas personal, intelektual, dan kepemimpinan kader.
Salah satu materi yang dibahas ialah “Konsep Diri” yang disampaikan oleh Ayunda Fitra, SKM, M.Kes.

Materi tersebut menempatkan pengenalan diri sebagai bagian penting dalam proses pembentukan pribadi yang mampu mengambil peran secara sadar di lingkungan organisasi maupun masyarakat.

Menurut Ayunda, pemahaman terhadap diri sendiri berkaitan erat dengan bagaimana seseorang mengenali potensi, memahami kekurangan, menentukan tujuan, serta membangun sikap dalam menghadapi lingkungan. Kesadaran semacam itu menjadi dasar bagi seseorang untuk terus berkembang dan mengambil keputusan secara lebih terarah.

“Konsep diri menjadi bagian penting karena seseorang perlu memahami siapa dirinya, apa potensinya, serta ke mana arah yang ingin dituju sebelum mengambil peran yang lebih besar,” ujar Ayunda dalam materi yang disampaikannya.

Pembahasan konsep diri kemudian memperoleh relevansi dengan tema kepemimpinan profetik yang menjadi grand tema forum. Kepemimpinan dalam perspektif tersebut tidak hanya berbicara tentang kemampuan memengaruhi atau mengarahkan orang lain, tetapi juga menyangkut karakter, nilai, tanggung jawab, dan kesadaran terhadap peran sosial.

Muhajir Tantang MKKS dan Kepala SMP Makassar: Jangan Cuma Bicara Peduli, Buktikan Aksi!

Bagi kader HMI, kemampuan mengenali diri menjadi modal awal untuk membangun kepemimpinan yang lebih matang. Kaderisasi tidak cukup hanya melahirkan individu yang berani tampil, tetapi juga membutuhkan pribadi yang mampu melakukan refleksi, mengenali kekuatan dan kelemahan, serta mengembangkan kapasitas secara berkelanjutan.

Forum LK II dan LKK HMI Cabang Bulukumba pada akhirnya menempatkan pembangunan manusia sebagai fondasi kepemimpinan.

Sebab, gagasan Indonesia Emas 2045 membutuhkan lebih dari sekadar generasi yang memiliki kemampuan; ia membutuhkan pemimpin yang mengenal dirinya, memiliki nilai yang kuat, dan mampu menerjemahkan kapasitasnya menjadi kontribusi bagi masyarakat.

× Advertisement
× Advertisement