INSAN.NEWS || BULUKUMBA—Sebanyak 39 peserta Training Raya Latihan Kader II (LK II) HMI Cabang Bulukumba didorong untuk mengubah cara pandang dari sekadar konsumen menjadi pencipta nilai.
Gagasan itu mengemuka dalam materi “Transformasi Masyarakat Konsumtif Menuju Masyarakat Produktif di Era Pemerintahan Prabowo-Gibran” yang disampaikan Andi Sukriadi, S.KM., M.KM., di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bulukumba, Selasa (1/9).
Materi tersebut menempatkan persoalan konsumtif bukan semata sebagai kebiasaan membeli barang atau menggunakan jasa.
Andi melihat mentalitas konsumtif berkaitan dengan paradigma, gaya hidup, kapasitas ekonomi, serta ekosistem yang membuat masyarakat lebih sering berada pada posisi pengguna dibandingkan pencipta nilai.
“Perubahan ekonomi tidak dimulai dari uang, tetapi dari perubahan cara berpikir: dari menikmati nilai menuju menciptakan nilai,” kata Andi dalam forum tersebut.
Menurut dia, masyarakat produktif tidak dapat diukur hanya dari kepemilikan pekerjaan. Produktivitas juga mencakup kemampuan menghasilkan barang dan jasa, menciptakan pengetahuan, membuka lapangan kerja, membangun inovasi, hingga melahirkan institusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Konsumsi tetap menjadi bagian dari aktivitas ekonomi, tetapi perlu diimbangi kemampuan produksi agar masyarakat tidak terus bergantung pada produk, platform, dan modal yang diciptakan pihak lain.
Forum perkaderan tersebut diikuti peserta lintas cabang HMI, antara lain HMI Cabang Kukar, Persiapan Buton, Bau-Bau, Luwu Utara, Parepare, Barru, Makassar, Makassar Timur, Majene, Jeneponto, dan Bulukumba.
Keragaman peserta membuat pembahasan berkembang pada pengalaman dan persoalan produktivitas generasi muda di berbagai daerah.
Andi juga mengarahkan peserta untuk melihat teknologi, keterampilan, UMKM, ekonomi kreatif, dan potensi daerah sebagai ruang untuk membangun produktivitas.
Menurut dia, kader HMI harus mampu mengubah pengetahuan yang diperoleh dalam ruang perkaderan menjadi sesuatu yang memiliki nilai dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Masyarakat produktif adalah konsekuensi dari insan cita: ilmu tidak berhenti di forum, tetapi turun menjadi karya, usaha, advokasi, dan pelayanan publik,” ujarnya.
Dalam materi itu, Andi menawarkan kerangka 4P, yakni paradigma, perilaku, produksi, dan pergerakan. Perubahan dimulai dari pembentukan paradigma, diterjemahkan melalui perilaku produktif, diwujudkan dalam karya atau layanan, kemudian diperluas melalui gerakan kolektif agar produktivitas tidak berhenti sebagai pencapaian individual.
Ia menutup pembahasan dengan menekankan pentingnya keberanian kader menghasilkan solusi yang dapat diuji.
“Tidak cukup menjadi generasi yang pandai mengkritik, tetapi juga harus mampu membuat solusi yang dapat diuji,” kata Andi.
Pesan itu sekaligus menjadi tantangan bagi kader HMI agar hasil perkaderan tidak berhenti pada kemampuan berargumentasi, tetapi berlanjut menjadi karya dan tindakan nyata.
INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda
Follow Berita InsanNews di Google News


