News

BBM dan LPG 3 Kg Sulit Didapat di Sulsel, DPN PERMAHI Desak Pertamina Buka Masalah Distribusi

Ketua Bidang Reformasi Hukum dan Legislasi DPN PERMAHI, Ridwan, S.H.,Foto.Ist
Pengurus DPN PERMAHI Ketua Bidang Reformasi Hukum dan Legislasi DPN PERMAHI, Ridwan, S.H.,Foto.Ist

INSAN.NEWS || JAKARTA—Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPN PERMAHI) mendesak PT Pertamina segera merespons keluhan masyarakat terkait sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram (kg) di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, Selasa (8/9).

Persoalan tersebut dinilai perlu segera ditangani karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat dan aktivitas ekonomi.

Di Kota Makassar, antrean kendaraan dilaporkan terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), antara lain di kawasan Bontoala, Pettarani, Biringkanaya, Tamalanrea, hingga Tanjung Bunga. Keluhan serupa juga muncul terkait LPG 3 kg di Makassar dan Kabupaten Gowa, terutama menyangkut ketersediaan pasokan dan dugaan kenaikan harga di tingkat konsumen.

Ketua Bidang Reformasi Hukum dan Legislasi DPN PERMAHI, Ridwan, S.H., meminta Pertamina tidak hanya mengandalkan laporan ketersediaan stok, tetapi memastikan kondisi di lapangan.

Menurut dia, BBM dan LPG 3 kg memiliki kaitan langsung dengan mobilitas masyarakat, kebutuhan rumah tangga, UMKM, hingga roda perekonomian daerah.

Muhajir Tantang MKKS dan Kepala SMP Makassar: Jangan Cuma Bicara Peduli, Buktikan Aksi!

‎“Kami tetap percaya kepada Pertamina dan meyakini Pertamina memiliki kapasitas untuk menyelesaikan persoalan ini. Namun, kepercayaan tersebut harus dijawab dengan tindakan cepat, transparan, dan solusi yang benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Ridwan.

Ridwan mengatakan, jika stok BBM dan LPG 3 kg dinyatakan aman sementara masyarakat masih menghadapi antrean dan kesulitan memperoleh pasokan, kondisi tersebut perlu dievaluasi secara menyeluruh.

Ia menilai terdapat kemungkinan persoalan pada rantai distribusi yang harus segera ditelusuri untuk mengetahui penyebab kesenjangan antara data dan kondisi yang dirasakan masyarakat.

‎“Kalau stok dinyatakan aman, tetapi masyarakat di lapangan masih kesulitan mendapatkan BBM dan LPG, berarti ada persoalan yang harus segera ditemukan. Jangan sampai ada kesenjangan antara data stok dengan kondisi riil yang dihadapi masyarakat,” ujar Ridwan.

DPN PERMAHI mendorong Pertamina melakukan pengecekan langsung terhadap seluruh rantai pasok, mulai dari ketersediaan stok, distribusi ke SPBU dan pangkalan, penyaluran melalui agen, hingga kemungkinan adanya penyalahgunaan dalam proses distribusi.

HIPMI PT Dibentuk di Bulukumba, Tiga Kampus Siapkan Kader Pengusaha Muda

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan BBM dan LPG 3 kg benar-benar tersedia dan diterima masyarakat sesuai peruntukannya.

Ridwan menegaskan DPN PERMAHI tetap memberikan kepercayaan kepada Pertamina untuk mengambil langkah penyelesaian.

Namun, kepercayaan itu, kata dia, harus dibarengi dengan respons cepat, keterbukaan informasi, serta kepastian pasokan bagi masyarakat Sulawesi Selatan.

“Kami percaya Pertamina mampu menyelesaikan persoalan ini. Karena itu, kami mendorong Pertamina bergerak cepat, terbuka, dan responsif. Kepercayaan masyarakat harus dijaga dengan memastikan BBM dan LPG tersedia, distribusinya tepat sasaran, dan masyarakat Sulawesi Selatan memperoleh kepastian,” kata Ridwan.

‎DPN PERMAHI berharap persoalan distribusi tersebut segera terurai sehingga masyarakat tidak terus menghadapi antrean panjang, kesulitan memperoleh LPG 3 kg, maupun tekanan harga di tingkat konsumen.

Appi Instruksikan Pembagian Masker Gratis, Sekolah di Makassar Batasi Aktivitas Luar Ruangan

Pertamina juga didorong memberikan penjelasan yang transparan mengenai kondisi pasokan dan langkah yang dilakukan untuk mengatasi keluhan masyarakat.

INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda

‎Follow Berita InsanNews di Google News

× Advertisement
× Advertisement