INSAN.NEWS || Sorong—Musim kemarau yang masih berlangsung membuat akses air bersih menjadi persoalan bagi sebagian warga di Papua Barat Daya.
Menanggapi kondisi tersebut, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) bersama Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Papua Barat Daya membuka akses bantuan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan disalurkan menggunakan truk tangki air dan diarahkan kepada warga yang mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.
Presidium KAHMI Majelis Wilayah Papua Barat Daya, Hasbi Suaib, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial KAHMI dan FORHATI terhadap masyarakat yang terdampak kemarau.
“Program ini akan terus kami lakukan untuk warga yang membutuhkan di seluruh wilayah Provinsi Papua Barat Daya,” kata Hasbi kepada media, Rabu (30/9).
Menurut Hasbi, penyaluran air bersih dilakukan dengan melibatkan Majelis Daerah (MD) KAHMI di sejumlah kabupaten dan kota. Jaringan tersebut, kata dia, menjadi salah satu jalur untuk menghimpun informasi mengenai kebutuhan air bersih di masyarakat.
Saat ini, KAHMI telah memiliki kepengurusan daerah di Sorong Selatan, Raja Ampat, Kota Sorong, Kabupaten Sorong, dan Tambrauw. Sementara itu, Kabupaten Maybrat belum memiliki MD KAHMI.
“Dengan jaringan kepengurusan yang tersebar di sejumlah wilayah, informasi mengenai kebutuhan air bersih dapat dihimpun dan diteruskan untuk mendapatkan bantuan,” ujar Hasbi.
Buka Akses Pengaduan Kebutuhan Air
Hasbi mengatakan masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih dapat menyampaikan kebutuhannya melalui jaringan KAHMI dan FORHATI di wilayah masing-masing.
Skema tersebut diharapkan memudahkan organisasi dalam memetakan lokasi yang membutuhkan bantuan sekaligus menghubungkan kebutuhan warga dengan dukungan air bersih yang tersedia.
Menurut dia, kegiatan sosial ini juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan keberadaan KAHMI kepada pemerintah daerah dan pemangku kepentingan di Papua Barat Daya.
“Program ini merupakan salah satu bentuk untuk memperkenalkan kepada kepala daerah dan seluruh stakeholders terkait bahwa organisasi KAHMI ada di setiap wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Papua Barat Daya,” katanya.
Bantuan air bersih tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus memperkuat kerja sama antara KAHMI, FORHATI, MD KAHMI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
KAHMI dan FORHATI Papua Barat Daya menyatakan akan terus berkoordinasi dengan jaringan MD KAHMI di kabupaten dan kota untuk merespons kebutuhan masyarakat, terutama persoalan akses air bersih selama musim kemarau.
INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda
Follow Berita InsanNews di Google News


