INSAN.NEWS || Makassar,- Stigma lama yang kerap melekat pada pemuda Makassar sebagai sosok keras dan identik dengan kekerasan kembali mendapat sorotan kritis.
Dalam kegiatan Latihan Kader II (LK II) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Korkom Tamalate, Cabang Makassar, pesan tegas disampaikan:
”Keberanian tidak sama dengan kekasaran”.
Pesan tersebut mengemuka saat Tri Sasbianto, yang akrab disapa Dg Muang, membawakan materi Local Wisdom “Pemuda Makassar Berani, Bukan Kasar – Berpikir Global, Bertindak Lokal” di Wisma Latobang, Makassar, Senin (26/01/2026).
Di hadapan peserta LK II, Dg Muang menekankan bahwa keberanian pemuda Makassar sejatinya lahir dari nilai budaya dan sejarah panjang masyarakat Sulawesi Selatan yang menjunjung tinggi akal, etika, dan tanggung jawab sosial.
Ia menyayangkan masih adanya pemahaman keliru yang memaknai keberanian sebagai sikap emosional, bahkan anarkis.
“Keberanian orang Makassar itu bukan soal siapa paling keras atau paling lantang. Keberanian adalah kemampuan mengambil sikap benar dengan cara yang bermartabat,” tegasnya.
Menurutnya, kearifan lokal Makassar mengajarkan bahwa keberanian selalu berjalan beriringan dengan pengendalian diri dan keadaban.
Nilai tersebut justru relevan di tengah tantangan global yang menuntut pemuda untuk cerdas membaca situasi, namun tetap kokoh menjaga identitas lokal.
Dalam konteks itu, Dg Muang mengajak kader HMI untuk menginternalisasi prinsip berpikir global, bertindak lokal.
Ia menilai pemuda hari ini tidak cukup hanya kritis terhadap isu-isu dunia, tetapi juga harus mampu menerjemahkan gagasan besar ke dalam tindakan nyata yang berpihak pada masyarakat sekitar.
“Globalisasi tidak boleh membuat kita tercerabut dari akar. Justru nilai lokal harus menjadi kompas dalam menentukan sikap dan gerakan,” ujarnya.
Materi Local Wisdom ini mendapat perhatian serius dari peserta, karena dinilai relevan dengan kondisi sosial saat ini, di mana konflik, polarisasi, dan ekspresi keberanian sering kali ditampilkan secara berlebihan tanpa pertimbangan etika.
Melalui forum LK II ini, HMI Korkom Tamalate mendorong lahirnya kader-kader yang tidak hanya militan secara ide, tetapi juga dewasa dalam bersikap, mampu berdiri tegas tanpa harus menyingkirkan nilai kemanusiaan dan kebudayaan.
Dg Muang berharap, kader HMI dapat menjadi contoh bahwa pemuda Makassar adalah generasi yang berani mengambil peran, berani menyuarakan kebenaran, namun tetap santun dan beradab.
“Kalau pemuda Makassar berani dengan akal dan etika, maka stigma itu akan runtuh dengan sendirinya,” pungkasnya.
INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google New


