INSAN.NEWS || Palopo,- Pemberitaan terkait adanya dugaan pemerasan dilakukan oknum wartawan kepada manager di salah satu SPBU di Bonepute, Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu di sejumlah media online.
Pemberitaan itu mendapat tanggapan AN terkesan tendensius dan tidak berimbang, bahkan tidak sesuai tuduhan mengarah kepada dirinya perihal pemerasan.
”Pertanyaannya kenapa Manajer SPBU Bonepute, Marlin alias Alling tidak menyampaikan ke aparat penegak hukum dan wartawan, kalau diperas juga Alling dan ada bukti transfernya, kemudian oknum wartawan juga beritakan tidak berimbang,” kata AN, Jumat (02/01/2026)
“Begitu pun,oknum wartawan yang sudah di tack down 404 beritanyam Karena bermain di belakang. Minta uang ke Manajer SPBU Bonepute, di angka sekitar Rp2,5 juta sampai Rp5 juta,” ungkapnya.
AN dituduh memeras punya bukti kuat, terkait pertemuannya dengan Marlin untuk mengajak kerjasama, perihal hasil investigasinya dilapangan kuat dugaan di SPBU Bonepute tempat dimana, Marlin selaku manager kuat dugaan melakukan bisnis solar-subsidi, dan kedapatan Marlin main judi dan mendapat ancaman dari preman saat AN melakukan investigasi.
”Oknum wartawan yang memberitakan hanya sepihak menerima informasi dari pihak Marlin, kuat dugaan dapat bagian dari Marlin, saya ada bukti kuat terkait tudingan dari Manager SPBU Bonepute, apa yang dituduhkan terkait pemerasan itu bohong,” tegasnya.
Berawal Dimediasi dari Sawal
Menurut AN komunikasi diawali, saat Alling mengajak untuk ketemu silaturahmi dan komunikasi baik-baik, tanpa AN meminta duluan, karena ada indikasi terbongkar atas dugaan permainannya, sehingga AN diajak bertemu di salah satu Cafe di Kota Palopo, untuk membahas hasil investigasi AN.
”Kemudian sebelum ketemu perdana, atas nama pak Sawal, selaku Manajer SPBE Bone-bone Luwu Utara, masuk komunikasi ke saya. Seolah-olah mau memfasilitasi dan diamankan. Kami menilai tanpa kami membuka penawaran negosiasi,” ungkap AN.
Lanjut kata AN, bahwa Sawal selaku Manajer PT Naraja Saltika dari SPBE yang membawa produk Pertamina LPG. Saya dapat pada saat pengisian solar-subsidi di SPBU Bonepute, diluar dari pada itu, SPBE Bone-bone di Luwu Utara kuat dugaan memperjual belikan gas LPG dan rutin ke Morowali, tanpa adanya di pekerjakan security untuk mengawas.
Biar bebas dari pantau security. Menurut informasi dari orang yang tidak mau identitasnya diketahui, kata AN.
AN juga mengungkapkan, di salah satu SPBE di Palopo perusahaan PT Nubuwa Saltika, diduga tidak memberikan ke semua karyawan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan dan perusahaan tersebut tidak memberikan gaji pokok di atas UMP-UMR sesuai regulasi dan UU yang berlaku.
“Terkait dengan penentuan angka Rp5 juta itu, pak Sawal yang menawarkan ke saya dan dia mengemis dan minta tolong sama saya untuk dibantu”.
Kami pun sepakat tidak memberatkan, dan setuju di angka itu tpi besok paginya nomor whatsAap (WA) saya di blokir setelah terima uang dari Alling dan merekomendasikan atas nama Bayu Purnomo untuk temui saya, karena Sawal sudah transfer uang ke Bayu Purnomo dan sudah dikomunikasikan baik-baik.
”Kuat dugaan saya dijual pak Sawal, kalau angka begitu jangan smpai di atas angka Rp5 juta, diminta sama Alling atau pimpinan langsung atas nama Pak Saleh. Karena saya meminta bukti transfer tidak mau di berikan,” tutup AN.
INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google New


