INSAN.NEWS || Bogor—Forum Kepakaran Indonesia (FKI) menyatakan tengah mematangkan rumusan strategis penguatan ketahanan pangan nasional. Draf tersebut akan dibawa ke forum diskusi publik sebelum diserahkan secara resmi kepada pemerintah sebagai rekomendasi kebijakan.
Ketua Umum FKI, Dr. Risman Pasaribu, mengatakan proses perumusan dilakukan secara bertahap dan melibatkan kalangan akademisi serta praktisi lintas disiplin.
“Rumusan ini tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi akan kami kawal hingga menjadi rekomendasi konkret yang aplikatif dan solutif bagi pemerintah,” ujarnya kepada wartawan di Bogor, Minggu (01/03/2026).
Pernyataan itu disampaikan usai menghadiri silaturahmi dan buka puasa bersama tokoh-tokoh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di kediaman Rokhmin Dahuri, Villa Indah Pajajaran, Jalan Brawijaya, Bogor, Jawa Barat.
Rokhmin yang juga menjabat Ketua Dewan Pakar FKI menegaskan pentingnya pendekatan ilmiah dalam merumuskan kebijakan pangan nasional.
Menurut dia, tantangan ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga distribusi, tata kelola sumber daya alam, dan keberlanjutan lingkungan.
FKI saat ini diperkuat sekitar 400 anggota aktif yang terdiri atas profesor, doktor, akademisi, dan praktisi berbagai bidang strategis, mulai dari ekonomi, kehutanan, hingga pembangunan nasional.
Organisasi ini menargetkan penambahan anggota menjadi 450 orang dalam waktu dekat. Struktur organisasi FKI juga melibatkan sejumlah tokoh nasional, di antaranya mantan Menteri Kehutanan Malem Sambat Kaban sebagai Ketua Dewan Pengawas.
Jajaran dewan pembina, pengawas, serta wakil ketua umum bidang ekonomi disebut berfokus mendorong kontribusi konkret terhadap agenda pembangunan nasional.
Risman menambahkan, setelah melalui uji publik, rekomendasi final akan diserahkan kepada pemerintah sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan strategis pangan.
FKI juga membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga riset, dan komunitas profesional guna memastikan setiap rekomendasi berbasis data dan riset mutakhir.
“Ketahanan pangan adalah fondasi kemandirian bangsa. Karena itu, rumusan kebijakan harus disiapkan secara komprehensif dan berbasis keilmuan,” kata Risman.
INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google News


