INSAN.NEWS || Jakarta—Keluarga Besar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama di Gedung Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia, Jalan Gatot Subroto Kav. 94, Jakarta, Senin, (02/03/2026).
Kegiatan Ramadan ini berlangsung di lingkungan kementerian yang dipimpin oleh Maman Abdurrahman.

Majelis Nasional KAHMI dan Aktivis HMI Menikmati Hidangan Berbuka Puasa Dalam Rangka Silaturahmi Ramadan di Jakarta
Hadir dalam forum tersebut unsur Majelis Nasional KAHMI dan para aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Tausiyah disampaikan Guru Besar Ekonomi Syariah, Euis Amalia, dengan tema “Keadilan Distributif dalam Ekonomi Islam melalui Penguatan UMKM.”
Dalam paparannya, Euis menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak cukup diukur dari indikator makro semata. Substansi pembangunan, kata dia, terletak pada keadilan distribusi kesejahteraan.
“Keadilan distributif berarti memastikan akses setara terhadap modal, pasar, dan teknologi, agar pelaku usaha kecil tidak tertinggal dalam arus ekonomi modern,” ujar Euis.
Ia mengutip prinsip Al-Qur’an agar kekayaan tidak hanya beredar di kalangan terbatas. Menurutnya, struktur ekonomi Indonesia menunjukkan paradoks; mayoritas pelaku usaha adalah sektor mikro dan kecil, namun penguasaan aset nasional masih terkonsentrasi pada segelintir kelompok.
Data yang ia paparkan menyebutkan, jumlah UMKM mencapai sekitar 65,5 juta unit atau lebih dari 99 persen total pelaku usaha nasional.
Sektor ini menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja dan berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, penguasaan aset terbesar masih berada pada kelompok usaha skala besar.
“Karena itu, UMKM harus naik kelas. Dibutuhkan kebijakan afirmatif, akses pembiayaan syariah yang inklusif, serta pendampingan berkelanjutan,” katanya.
Euis juga menyinggung capaian Indonesia dalam World Giving Index yang menempatkan Indonesia sebagai negara paling dermawan. Ia berharap semangat kedermawanan itu terintegrasi dalam kebijakan ekonomi yang lebih berkeadilan.
Menteri UMKM: Program Pembiayaan dan Evaluasi Berjalan

Menteri UMKM Maman Abdurrahman Memberikan Sambutan Dalam Kegiatan Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama KAHMI di Jakarta
Dalam sambutannya, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah skema pembiayaan dan program penguatan sektor usaha kecil sepanjang 2025–2026.
Ia menyebut alokasi anggaran triliunan rupiah untuk berbagai program pengembangan kewirausahaan, pembiayaan, hingga evaluasi penyaluran dana agar lebih tepat sasaran.
“Program ini terus kami evaluasi agar benar-benar menyentuh pelaku usaha kecil dan rakyat,” ujarnya.
Meski demikian, Maman menegaskan bahwa tantangan terbesar bukan hanya pada besaran anggaran, melainkan efektivitas distribusi dan pendampingan.
Konsolidasi Pemikiran Ekonomi Umat
Suasana buka puasa berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Forum ini tidak sekadar menjadi agenda ibadah Ramadan, tetapi juga ruang konsolidasi gagasan antara alumni dan kader HMI dalam merespons tantangan ekonomi umat dan kebangsaan.
Kehadiran Majelis Nasional KAHMI di lingkungan Kementerian UMKM mempertegas komitmen organisasi tersebut dalam mendorong penguatan ekonomi berbasis nilai keislaman dan kebangsaan—dengan UMKM sebagai pilar utama transformasi ekonomi nasional.
INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google News


