News

Ketua KNPI Sulsel, Vonny Ameliani Apresiasi Pilketos Serentak: Bekal Demokrasi bagi Generasi Pemilih Pemula

KNPI Sulsel
Ketua DPD KNPI Sulawesi Selatan, Vonny Ameliani Suardi, saat menyampaikan pandangannya terkait pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) serentak di 1.132 SMA/SMK se-Sulsel yang menggunakan sistem e-voting, Rabu (30/9/2026). Foto Ist

INSAN.NEWS || Makassar—Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah atau Pilketos serentak di 1.132 SMA/SMK se-Sulawesi Selatan tak lagi sekadar agenda pergantian kepengurusan OSIS.

Pemilihan yang menggunakan sistem pemungutan suara digital itu dipandang sebagai ruang belajar demokrasi bagi siswa, termasuk mereka yang kelak menjadi pemilih pemula.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan, Vonny Ameliani Suardi, mengapresiasi pelaksanaan Pilketos serentak tersebut.

Menurut dia, simulasi tahapan pemilihan yang diterapkan di lingkungan sekolah dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai penggunaan hak suara dan proses demokrasi.

“Proses Pilketos yang dirancang menyerupai tahapan pemilu memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai bagaimana menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab,” kata Vonny, Rabu (30/9).

Menurutnya, pengalaman tersebut bukan hanya memperkenalkan mekanisme pemilihan kepada siswa, tetapi juga menjadi bekal pengetahuan sebelum mereka menggunakan hak pilih dalam pemilu.

Muhajir Tantang MKKS dan Kepala SMP Makassar: Jangan Cuma Bicara Peduli, Buktikan Aksi!

“Pilketos bukan sekadar memilih ketua OSIS. Di dalamnya ada proses belajar tentang hak pilih, tanggung jawab, dan bagaimana menentukan pilihan secara demokratis.”

Bawaslu: Bisa Menjadi Pembelajaran Demokrasi

Anggota Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad, melihat Pilketos serentak memiliki ruang lebih luas sebagai pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah.

Menurut Saiful, jika pelaksanaan dan pengawasannya dikelola dengan baik, Pilketos dapat menjadi contoh praktik demokrasi yang diperkenalkan sejak usia sekolah.

HIPMI PT Dibentuk di Bulukumba, Tiga Kampus Siapkan Kader Pengusaha Muda

Dengan demikian, ruang pemilihan di sekolah tidak berhenti pada siapa yang memperoleh suara terbanyak. Siswa juga diperkenalkan pada proses pemungutan, penghitungan, transparansi, serta pentingnya menjaga integritas pemilihan.

Satu Sistem E-Voting untuk 1.132 Sekolah

Pilketos serentak Sulsel juga membawa pendekatan berbeda melalui penggunaan satu platform e-voting yang menghubungkan bilik suara digital di sekolah peserta dalam satu sistem penghitungan.

Sistem tersebut dirancang untuk mendukung proses penghitungan suara secara terintegrasi dan memungkinkan proses pemilihan dipantau secara langsung.

Penggunaan teknologi membuat Pilketos tidak hanya menjadi latihan memilih pemimpin organisasi sekolah, tetapi juga memperkenalkan kepada siswa bagaimana teknologi dapat digunakan dalam proses pemungutan dan penghitungan suara.

Appi Instruksikan Pembagian Masker Gratis, Sekolah di Makassar Batasi Aktivitas Luar Ruangan

Namun, penggunaan sistem digital juga membuat aspek transparansi, keamanan sistem, verifikasi hasil, dan perlindungan data pemilih menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraannya.

Dengan cakupan 1.132 SMA/SMK, Pilketos serentak Sulsel menjadi ruang pembelajaran demokrasi dalam skala besar di lingkungan pendidikan.

Bagi siswa, memilih ketua OSIS menjadi pengalaman awal untuk memahami bahwa suara memiliki konsekuensi. Mereka belajar memilih, mengenali kandidat, menggunakan hak suara, serta menerima hasil pemilihan melalui mekanisme yang telah ditentukan.

Bagi generasi yang sebagian akan memasuki usia pemilih, pengalaman tersebut dapat menjadi pengantar sebelum mereka berhadapan dengan pemilihan umum di ruang demokrasi yang lebih luas.

Masyarakat dapat mengakses informasi mengenai pelaksanaan dan sistem e-voting Pilketos Sulsel melalui platform resmi yang digunakan penyelenggara.

INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda

‎Follow Berita InsanNews di Google News

× Advertisement
× Advertisement