News

Khalifah di Tengah Semesta: HMI dan Zikir Kosmik Peradaban

IMG 20260131 WA0002
Dr. H. Muh. Ikhsan AR., M.Ag - Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PW Muhammadiyah Sulawesi Tenggara, Muhammadiyah Tidak Lahir di Gedung-Gedung Megah, Tetapi Tumbuh dari Denyut Ranting Yang Hidup Bersama Ummat. Dari Sanalah Gerakan Dimulai, Setiap Hari. Kamis (05/02/2026). Foto Barsa

Oleh: H. Muh. Ikhsan AR. (HMI AR.) 

‎Dosen Pemikiran Islam IAIN Kendari dan Pengurus MW KAHMI Sulawesi Tenggara

INSAN.NEWS || Kendari,- 05 Februari 2026,- HMI dan Kesadaran Kosmologis. ‎Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sejak awal berdirinya tidak hanya dimaksudkan sebagai organisasi kader politik–intelektual, tetapi sebagai gerakan kesadaran peradaban.

‎NDP (Nilai Dasar Perjuangan) menempatkan manusia sebagai khalîfah fî al-ardh, subjek sejarah yang bertugas memakmurkan semesta.

‎Kosmologi dalam Islam tidak melihat alam sebagai benda mati, melainkan sebagai ayat-ayat kauniyah yang hidup dan bertasbih:

‎79 Tahun HMI: Dari Yogyakarta 1947 ke Indonesia yang Retak

‎تُسَبِّحُتُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ

‎“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah.”

‎(QS. Al-Isrā’ [17]: 44)

‎Artinya, kader HMI sejatinya hidup di dalam semesta spiritual, bukan sekadar ruang material.

Dari Antroposentris ke Teo-Ekosentris

Milad ke-79: Raison d’Être yang Menuntut Pertanggungjawaban ‎

‎Modernitas melahirkan cara pandang antroposentris ekstrem:

“Manusia sebagai pusat dan penguasa mutlak alam”.

Akibatnya:

‎”Eksploitasi sumber daya”.

  • ‎Krisis iklim.
  • Kerusakan ekologis struktural.

‎Ekoteologi Islam mengoreksi ini dengan paradigma teo-ekosentris:

HMI Mendunia: Hegemoni Pemikiran Kader Menjawab Tantangan Global

‎Allah sebagai pusat → manusia sebagai khalifah → alam sebagai amanah.

‎Dalam Al-Qur’an:

‎وَلَاوَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا

‎“Janganlah kamu membuat kerusakan di bumi setelah ia diperbaiki.”

‎(QS. Al-A‘rāf [7]: 56)

‎Merusak lingkungan bukan sekadar dosa ekologis, tetapi dosa teologis.

Ekoteologi sebagai Etika Kaderisasi HMI

‎Jika NDP HMI berbicara tentang:

  • ‎Tauhid
  • Kemanusiaan
  • Keadilan sosial

‎Maka ekoteologi adalah ekspansi praktis tauhid ke wilayah ekologis.

Seorang kader HMI seharusnya:

  • ‎Konsekuensi Ekoteologis
  • ‎Dimensi
  • Tauhid
  • Tidak menyembah pertumbuhan ekonomi
  • ‎Ibadah
  • Menjaga air, tanah, udara
  • Dakwah
  • Advokasi lingkungan
  • ‎Intelektual

‎Kritik pembangunan eksploitatif

Kosmologi Islam: Alam sebagai Subjek Moral

‎Berbeda dengan filsafat Barat yang memandang alam sebagai objek, Islam memandang alam sebagai subjek moral:

‎Gunung bisa “khusyuk” (QS. Al-Hasyr: 21) Hewan adalah “umat seperti kalian” (QS. Al-An‘ām: 38)

Alam bisa bersaksi di hari kiamat

‎Ini berarti:

‎”Merusak alam = merusak relasi spiritual kosmik”.

‎Dalam perspektif sufi (Ibn ‘Arabi, Rumi, al-Ghazali), alam adalah tajalli (penampakan) sifat-sifat Allah.

‎HMI di Tengah Krisis Planet

Hari ini dunia menghadapi:

  • ‎Climate change
  • Food insecurity
  • Urban ecological collapse
  • Spiritual emptiness

Jika HMI tetap hanya berkutat pada:

  • ‎Politik elektoral
  • Perebutan struktur
  • Simbol kekuasaan

‎Maka HMI kehilangan fungsi kosmiknya sebagai penjaga peradaban.

Manifesto Ekoteologi HMI (Usulan) ‎Sebagai gagasan ideologis, HMI dapat merumuskan:

‎“Green NDP” (Nilai Dasar Perjuangan Hijau)

‎Tauhid ekologis:

“Alam sebagai amanah Ilahi”.

‎Keadilan ekologis:

“Lingkungan sebagai hak generasi masa depan”.

‎Spiritualisasi Spiritualisasi alam: 

  • ‎Ibadah tidak terpisah dari konservasi.

‎Intelektualisme hijau: 

“‎Kader HMI harus literat krisis iklim”.

Gerakan praksis: 

“‎Dari diskusi ke aksi lingkungan nyata”.

‎Penutup: 

Dari Khalifah Politik ke Khalifah Kosmik. ‎HMI sering berbicara tentang khalifah sosial-politik, tetapi lupa bahwa konsep Qur’ani jauh lebih luas:

‎”Khalifah kosmik”.

‎Menjadi kader HMI hari ini berarti bukan hanya mengubah struktur kekuasaan, ‎tetapi menjaga harmoni semesta sebagai amanah Ilahi.

  • ‎HMI tanpa kosmologi akan kering.
  • HMI tanpa ekoteologi akan ikut menghancurkan bumi.

‎HMI dengan kosmologi–ekoteologi berpotensi menjadi gerakan peradaban spiritual di era krisis planet.

Selamat Milad ke-79 Himpunanku

INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google New

× Advertisement
× Advertisement