News

Melawan Pembusukan Ideologi: Akbar Idris Jadikan Historiografi NDP Senjata Kritis Kader HMI di LK II Tamalate

IMG 20260125 WA0094
Akbar Idris (AI) Menyampaikan Materi Historiografi NDP Dalam Latihan Kader II HMI Korkom Tamalate Cabang Makassar, Menegasikan NDP Sebagai Basis Perlawanan Intelektual kader, Ahad (25/01/2026). Foto Bang Barsa

INSAN.NEWS || Makassar,- Di tengah menguatnya pragmatisme politik dan tumpulnya daya kritis gerakan mahasiswa, Latihan Kader II (LK II) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Korkom Tamalate Cabang Makassar menghadirkan narasi tandingan melalui pembacaan kritis Historiografi Nilai Dasar Perjuangan (NDP) yang disampaikan oleh Akbar Idris, atau yang akrab disapa AI.

‎Bertempat di Wisma Latobang, Makassar, pada Ahad (25/01/2026), materi tersebut tidak diarahkan untuk mengulang sejarah secara normatif, melainkan membongkar bagaimana NDP seharusnya berfungsi sebagai alat perlawanan intelektual kader terhadap hegemoni kekuasaan, kooptasi politik, dan reduksi gerakan mahasiswa menjadi sekadar ornamen demokrasi prosedural.

‎Dalam pemaparannya, Akbar Idris menegaskan bahwa krisis utama kader HMI hari ini bukan pada minimnya ruang struktural, melainkan pada melemahnya kesadaran historis dan ideologis. 

‎Ia mengkritik keras pola kaderisasi yang menjauh dari akar pemikiran NDP dan justru melahirkan kader teknokratis yang lihai secara administratif, namun miskin keberpihakan.

‎Menurutnya, historiografi NDP harus dibaca sebagai proses dialektika ideologis yang lahir dari pergulatan Islam, keilmuan, dan keindonesiaan – bukan sebagai dokumen sakral yang dibekukan dalam teks.

Bongkar Stigma: Dg Muang Tegaskan Pemuda Makassar Berani dengan Akal, Bukan Kekerasan

‎Ketika NDP kehilangan fungsi kritisnya, kader HMI berisiko terjebak dalam politik transaksional dan menjadi bagian dari sistem yang seharusnya dikoreksi.

“Tanpa kesadaran sejarah, kader akan mudah dijinakkan oleh kekuasaan. NDP hadir untuk melahirkan oposisi intelektual, bukan pengikut setia sistem,” tegas Akbar Idris di hadapan peserta.

‎Ia juga menekankan bahwa LK II harus menjadi ruang produksi kesadaran politik, tempat kader diasah untuk membaca realitas sosial secara kritis dan berani mengambil posisi.

‎Dalam konteks ini, NDP diposisikan sebagai gerakan ideologis untuk memastikan bahwa gerak kader tetap berpihak pada keadilan sosial, pembebasan manusia, dan nilai keislaman yang progresif.

‎Narasi yang dibangun dalam forum tersebut secara tegas menolak kaderisasi yang steril dari konflik sosial dan politik. Sebaliknya, kader HMI dituntut untuk hadir sebagai subjek perubahan yang mampu melakukan koreksi terhadap negara, pasar, dan elit kekuasaan yang menyimpang dari cita-cita keadilan.

‎Membaca Ulang Teologi NDP: HMI, Intelektualitas, dan Tanggung Jawab Kepemimpinan

‎Melalui pembacaan historiografi NDP yang kritis dan politis ini, HMI Korkom Tamalate menegaskan sikapnya untuk menjaga marwah kaderisasi ideologis – bahwa HMI bukan sekadar pabrik elite, melainkan ruang perlawanan intelektual yang berpijak pada nilai dan keberpihakan.

‎INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google New

× Advertisement
× Advertisement