News

Membaca NDP Sebagai Etos Peradaban: Tafsir Antropologis dalam Kaderisasi HMI ‎

1769443032614
Muhammad Dedy Miswar (Ded), Demisioner Kabid PA Badko HMI Sulselbar, menyampaikan materi Antropologi Tafsir Nilai Dasar Perjuangan dalam kegiatan LK II HMI Korkom Tamalate Cabang Makassar di Wisma Latobang, Senin (26/01/2026). Foto Bang Barsa

INSAN.NEWS || Makassar,- Nilai Dasar Perjuangan (NDP) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada hakikatnya bukan sekadar dokumen ideologis, melainkan fondasi etos peradaban yang menuntut pembacaan kritis dan kontekstual.

‎Hal inilah yang menjadi penekanan Muhammad Dedy Miswar, Demisioner Ketua Bidang Pengembangan Anggota (Kabid PA) Badko HMI Sulselbar Periode 2018 – 2020, dalam kegiatan Latihan Kader II (LK II) HMI Korkom Tamalate Cabang Makassar.

‎Dalam forum yang berlangsung di Wisma Latobang, Makassar, Senin (26/01/2026). Dedy – yang akrab disapa Ded – membawakan materi Antropologi Tafsir NDP HMI, dengan menekankan pentingnya membaca NDP sebagai kontemplasi kritis, dialektis antara nilai keislaman dan realitas kemanusiaan.

‎Menurutnya, NDP tidak dimaksudkan untuk menjadi teks yang beku dan ahistoris. Sebaliknya, ia harus dipahami sebagai kerangka nilai yang hidup, yang senantiasa berdialog dengan konteks sosial, budaya, dan problem kemodernan.

‎“Di sinilah pendekatan antropologi menjadi relevan, karena ia membantu kita memahami manusia HMI dalam keseluruhan pengalaman historis dan sosialnya,” ungkap Ded.

Banjir Hoaks, Kader HMI Dipaksa Memilih: Kritis atau Terseret Arus ‎

‎Lebih jauh, Ded menegaskan bahwa kaderisasi HMI sejatinya adalah proses pembentukan kesadaran – kesadaran keislaman yang inklusif, keindonesiaan yang berakar, serta kemanusiaan yang universal.

‎Dalam perspektif ini, NDP berfungsi sebagai navigasi moral dan intelektual, bukan sebagai dogma yang menutup ruang ijtihad.

‎Kegiatan LK II tersebut menjadi ruang strategis untuk merawat tradisi intelektual HMI, sekaligus menegaskan kembali peran kader sebagai subjek perubahan yang berpikir jernih, bersikap dewasa, dan bertanggung jawab secara etis dalam kehidupan umat dan bangsa.

INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google New

Firman Jaya Daeli: Demokrasi dan Hukum Harus Menjadi Pelindung Rakyat, Bukan Alat Penguasa
× Advertisement
× Advertisement