INSAN.NEWS || Makassar,- Di tengah derasnya arus perubahan sosial dan krisis keteladanan di ruang publik, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kembali menegaskan posisinya sebagai kawah candradimuka lahirnya kader umat dan bangsa.
Penegasan itu mengemuka dalam Latihan Kader II (LK II) Tingkat Nasional yang digelar oleh HMI Korkom Tamalate Cabang Makassar di Wisma Latobang, Makassar, Selasa (27 Januari 2026).
Pada forum strategis tersebut, Andi Hendra Paletteri tampil menyampaikan materi Kehidupan Individu HMI dalam Bermasyarakat. Bukan sekadar paparan teoritis, materi ini menjelma menjadi seruan moral yang menggugah kesadaran kader akan tanggung jawab historisnya.
Di hadapan peserta LK II dari berbagai daerah di Indonesia, ia menantang kader HMI untuk keluar dari zona nyaman intelektual dan berani hadir sebagai solusi nyata atas problem sosial yang dihadapi masyarakat.
Menurut Andi Hendra Paletteri, kader HMI tidak boleh berhenti pada tataran wacana, diskusi, atau slogan perjuangan. Nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan yang menjadi titik fokus HMI harus menjelma dalam tindakan konkret, keberpihakan sosial, serta keteladanan di ruang-ruang publik.
“Masyarakat hari ini tidak membutuhkan kader yang pandai berbicara, tetapi kader yang mampu bekerja dan memberi dampak,” tegasnya.
Ia menyoroti semakin lebarnya jarak antara elite intelektual dan realitas masyarakat akar rumput.
Dalam konteks ini, kader HMI dituntut memiliki kepekaan sosial, integritas moral, dan keberanian mengambil peran di tengah dinamika sosial yang kian kompleks.
Kader, kata dia, harus menjadi problem solver – hadir sebagai penjawab persoalan umat dan bangsa, bukan sekadar pengamat kritis dari kejauhan.
Lebih jauh, Andi Hendra Paletteri menegaskan bahwa kehidupan individu kader HMI di tengah masyarakat adalah cermin dari kualitas perkaderan itu sendiri.
Cara berpikir, bersikap, dan bertindak kader akan menentukan sejauh mana HMI tetap relevan sebagai organisasi perjuangan. Tanpa keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial, HMI berisiko kehilangan denyut nadi perjuangannya.
Kegiatan LK II Tingkat Nasional ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan kader HMI.
Forum ini tidak hanya mengasah kemampuan konseptual dan manajerial, tetapi juga menanamkan kesadaran ideologis bahwa status kader bukanlah simbol kebanggaan semata, melainkan amanah perjuangan yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan umat dan bangsa.
Di tengah tantangan zaman yang ditandai oleh krisis nilai, ketimpangan sosial, dan melemahnya kepercayaan publik, pesan yang disampaikan Andi Hendra Paletteri menjadi penegasan sekaligus peringatan:
”Kader HMI harus hadir, bergerak, dan memberi arti”.
Sebab, sejarah tidak mencatat mereka yang hanya memahami masalah, tetapi mereka yang berani menjadi bagian dari jawabannya.
INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google New


