INSAN.NEWS || Pangkep—Di masa non-tahapan pemilu, Bawaslu Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan terus menggencarkan pendidikan demokrasi dan politik sebagai upaya untuk membangun kesadaran publik sejak dini.
Pendidikan demokrasi dan politik dinilai penting untuk diperkenalkan sedini mungkin guna membentuk generasi muda yang tidak hanya kritis dan partisipatif, tetapi juga berintegritas dalam kehidupan masyarakat dan bernegara. Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2026 di SMA Negeri 1 Pangkajene.
Menurut Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Yulianto Ardiwinata bahwa demokrasi tidak cukup sekadar mengetahui bagaimana cara memberikan suara dalam pemilu dan pilkada saja tetapi pemahaman demokrasi sebaiknya beriringan dengan pembentukan karakter.
Nilai moral seperti kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan menjadi landasan penting dalam praktik berdemokrasi.
Literasi politik yang dibarengi pendidikan moral dapat membantu pelajar menyaring informasi, menghindari polarisasi, serta membangun budaya dialog yang sehat sehingga sekolah memiliki peran strategis sebagai ruang pembelajaran nilai demokrasi yang berlandaskan moral dan etika.
Kenapa kesadaran Politik harus ditanamkan sedini mungkin? Karena produk politik itu mempengaruhi kehidupan sehari-hari, sadar atau tidak. Adik-adik bersekolah dengan layak hari ini itu semua lahir dari keputusan politik. Begitu ungkapan yang disampaikan oleh pria yang akrab disapa Nata.
Lebih lanjut nata menjelaskan pada kamis, (12/02/2026), tentang bagaimana proses demokratisasi melalui Pemilu dan Pilkada yang kerap ditunggangi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, yang hanya berpikir pendek untuk meraih kekuasaan, memakai relasi kuasa atau melakukan vote buying sehingga mencederai proses demokratisasi serta merusak kemurnian suara yang merupakan implementasi dari kedaulatan rakyat itu sendiri, belum lagi masalah narasi hoax atau black propaganda yang disebarkan melalui media sosial yang bisa memperburuk polarisasi opini publik, itulah mengapa literasi politik, literasi digital harus diajarkan sedini mungkin dan pelaksanaannya harus berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, pelajar diharapkan tumbuh menjadi warga negara yang memahami hak dan kewajiban serta mampu berkontribusi secara positif dalam kehidupan bermasyarakat maupun meningkatkan partisipasi publik untuk bersama-sama mengawasi proses demokrasi elektoral demi membangun demokrasi yang kuat, dan berintegritas.
INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google News


