INSAN.NEWS || Jakarta—Presiden Prabowo Subianto membuka ruang optimisme bagi generasi muda Papua untuk menempati posisi tertinggi dalam kepemimpinan nasional. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI.
Dalam forum tersebut, Prabowo menyoroti kehadiran Kristina Beno, siswi kelas 6 sekolah dasar asal Merauke, Papua Selatan. Kristina hadir dalam agenda kenegaraan tersebut dan mendapat perhatian langsung dari Presiden.
Prabowo bahkan membayangkan suatu hari Kristina dapat berada di posisi yang sama sebagai pemimpin Indonesia.
“Kristina, terima kasih. Pertama kali kamu hadir di MPR ini. Satu saat mungkin kamu duduk di atas ini,” kata Prabowo, Jumat (15/8).
Pernyataan tersebut kemudian dikaitkan Prabowo dengan posisi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, yang juga berasal dari Papua.
“Sekarang sudah ada Menteri ESDM dari Papua. Kita tidak tahu suatu saat anak Papua akan memimpin negeri ini. Kita tidak tahu,” ujarnya.
Pernyataan Prabowo menegaskan pesan bahwa latar belakang daerah bukan semestinya menjadi penghalang bagi anak-anak Indonesia untuk menembus ruang kepemimpinan nasional.
MBG dan Masa Depan Anak
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mengaitkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan upaya membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah.
Menurut dia, pemenuhan gizi anak bukan sekadar persoalan menyediakan makanan, melainkan bagian dari investasi terhadap pertumbuhan fisik dan kemampuan belajar generasi muda.
“Bagi Kristina dan sekarang sudah puluhan juta penerima MBG, setiap hari sekolah satu piring makanan adalah tenaga untuk belajar, protein untuk tumbuh badan yang sehat, sel otak yang sehat, sel tulang yang sehat, sel otot yang sehat,” ujar Prabowo.
Ia berharap pemenuhan kebutuhan gizi dapat membantu anak-anak tumbuh sehat, belajar lebih optimal, dan memiliki kesempatan lebih besar untuk meraih masa depan.
Prabowo juga menegaskan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya ditujukan kepada anak-anak sekolah. Menurut dia, negara juga berkewajiban hadir bagi kelompok masyarakat lain, termasuk ibu hamil dan warga lanjut usia.
“Negara tidak akan meninggalkan kalian semua. Negara bersamamu. Negara akan hadir bersamamu. Itu janji kita semua di majelis ini,” kata Prabowo.
Pesan tersebut sekaligus menjadi penekanan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak semata berbicara mengenai pembangunan fisik, tetapi juga memastikan setiap anak, termasuk dari wilayah Papua, memperoleh kesempatan untuk berkembang dan mengambil bagian dalam masa depan Indonesia.
INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google News


