Moment

Kartini Hari Ini: Melinda Aksa Tegaskan Perempuan Tak Boleh Berhenti Belajar

IMG 20260421 180348 634 1
Ketua TP PKK Makassar, Melinda Aksa, mengajak perempuan memaknai Hari Kartini sebagai momentum memperkuat kapasitas diri dan memperluas peran di ruang publik. Selasa (21/4/2026). Foto Ist

Kesempatan Terbuka, Tantangan Nyata—Perempuan Diminta Berani Memilih dan Menetapkan Prioritas

INSAN.NEWS || Makassar—Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menegaskan bahwa semangat emansipasi Raden Ajeng Kartini tetap relevan di tengah dinamika zaman.

‎‎Momentum Hari Kartini, kata dia, bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi atas perjuangan perempuan yang harus terus dihidupkan dalam praktik sehari-hari.

‎“Makna Hari Kartini adalah bagaimana semangat itu tetap kita perjuangkan sampai hari ini,” ujar Melinda dalam wawancara di kanal YouTube Tribun Timur, Selasa (21/4/2026).

‎Menurut Melinda, kunci utama agar perempuan mampu bertahan dan berkembang adalah komitmen untuk terus belajar.

Satu Istilah, Sejuta Bias: Mengapa Turun Mesin Layak Dipertanyakan?

‎‎Ia menilai, akses terhadap pendidikan dan karier saat ini semakin terbuka, sehingga perempuan memiliki peluang yang setara dengan laki-laki.

‎“Semangat untuk selalu belajar, tidak pantang menyerah, dan berani mencari peluang—itu penting. Perempuan punya kesempatan yang sama,” ujarnya.

‎Di tengah peran perempuan yang kian luas, Melinda mengakui tantangan terbesar justru terletak pada kemampuan mengelola waktu dan prioritas.

‎Selain sebagai ibu dan istri, ia juga menjalankan peran sebagai Ketua TP PKK serta aktivitas profesional lainnya.

‎“Semua peran itu tidak mudah dijalankan bersamaan. Kuncinya ada pada prioritas,” katanya.

‎Ia menambahkan, keseimbangan antara kehidupan keluarga dan aktivitas publik hanya bisa dicapai dengan dukungan lingkungan terdekat, terutama keluarga.

Ketua TP PKK Makassar Luncurkan Program Goes to School, Edukasi Pengelolaan Sampah di SMP Makassar

‎“Dukungan suami, anak, dan orang sekitar sangat menentukan,” ujarnya.

‎Dalam konteks organisasi, Melinda menilai peran PKK strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga.

‎Berbagai program yang dijalankan mencakup pemberdayaan ekonomi, edukasi kesehatan, hingga penguatan pendidikan keluarga.

‎“Fokus kami di PKK adalah keluarga—melalui pelatihan dan pendampingan perempuan agar lebih berdaya,” kata dia.

‎Melinda juga menyebut sosok Khadijah binti Khuwailid sebagai inspirasi. Baginya, Khadijah mencerminkan keseimbangan ideal antara peran domestik dan profesional.

Sabet 47 Juara, Kafilah MTQ Makassar Diguyur Bonus oleh Wali Kota Munafri 

‎“Beliau mampu menjadi istri Rasulullah sekaligus pengusaha hebat,” ujarnya.

‎Menutup pernyataannya, Melinda mengingatkan bahwa setiap pilihan peran perempuan memiliki nilai yang setara—termasuk sebagai ibu rumah tangga.

‎“Jangan pernah merasa ‘hanya’ ibu rumah tangga. Semua peran itu hebat dan bermakna,” kata dia.

‎Melalui peringatan Hari Kartini, ia berharap perempuan Indonesia semakin percaya diri, terus mengembangkan potensi, dan berkontribusi nyata bagi keluarga serta masyarakat.

INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google News

× Advertisement
× Advertisement