INSAN.NEWS || Tenggarong—Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kutai Kartanegara resmi membuka kegiatan Intermediate Training (Latihan Kader II) dan Senior Course Tingkat Nasional periode 2025–2026 di Pendopo Odah Etam, Jalan Mulawarman No. 31, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu (6/6) malam.
Kegiatan yang menjadi bagian dari proses kaderisasi strategis HMI tersebut diikuti sebanyak 75 peserta, terdiri atas 59 peserta Intermediate Training (LK II) dan 16 peserta Senior Course yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Panitia, M. Ibnu Ridho, mengatakan pelaksanaan forum kaderisasi nasional ini merupakan bentuk komitmen HMI Cabang Kutai Kartanegara dalam menjaga keberlanjutan proses perkaderan di tengah tantangan kebangsaan yang semakin kompleks.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari keluarga besar HMI, KAHMI Kutai Kartanegara, hingga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Kutai Kartanegara, Zulhansyah, menegaskan bahwa LK II dan Senior Course merupakan “kawah candradimuka” bagi kader HMI untuk memperkuat kapasitas intelektual, kepemimpinan, dan pengabdian kepada bangsa.
Menurutnya, Kutai Kartanegara memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah yang kaya akan nilai budaya Nusantara sekaligus berada di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
”Kami ingin para peserta tidak hanya belajar tentang kepemimpinan dan keislaman, tetapi juga memahami kekayaan budaya serta tantangan pembangunan masa depan di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Zulhansyah berharap forum tersebut mampu melahirkan kader-kader yang siap mengambil peran strategis dalam berbagai sektor pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Senada dengan itu, Ketua Umum BADKO HMI Kalimantan Timur-Kalimantan Utara, Ashan Putra Pradana, mengingatkan peserta agar mengikuti seluruh rangkaian pelatihan secara serius dan tuntas.
Ia menilai Kutai Kartanegara kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu pusat kaderisasi HMI di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
”Forum ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan kader. Ikuti seluruh proses dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan manfaat maksimal,” katanya.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Kutai Kartanegara, Dr. Aulia Rahman Basri, M.Kes, yang juga merupakan bagian dari keluarga besar HMI.
Dalam sambutannya, Aulia menyampaikan apresiasi atas konsistensi HMI dalam menjaga tradisi kaderisasi yang selama ini menjadi kekuatan utama organisasi.
Ia menegaskan bahwa kader HMI merupakan generasi penerus yang diharapkan mampu menjadi pemimpin masa depan sekaligus memberikan keteladanan di tengah masyarakat.
”Adik-adik kader hari ini adalah matahari yang sedang terbit. Kelak mereka akan menjadi penerang bagi masyarakat dan bangsa. Karena itu proses kaderisasi harus terus dijaga dan diperkuat,” ujarnya.
Aulia juga mendorong peserta untuk menjadikan forum tersebut sebagai ruang kajian strategis dalam merumuskan gagasan-gagasan pembangunan, khususnya terkait keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada di Kalimantan Timur.
Menurutnya, kader HMI harus mampu hadir sebagai bagian dari solusi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional ke depan.
”Kita ingin tumbuh bersama IKN. Karena itu forum ini harus menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan besar yang bermanfaat bagi daerah, bangsa, dan negara,” katanya.
Pembukaan LK II dan Senior Course Tingkat Nasional HMI Cabang Kutai Kartanegara berlangsung khidmat dan dihadiri unsur pemerintah daerah, alumni HMI/KAHMI, tokoh masyarakat, serta kader HMI dari berbagai wilayah Indonesia.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan agenda pelatihan, diskusi strategis, kajian kebangsaan, dan penguatan kapasitas kepemimpinan kader.
INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google News


