Kesempatan Terbuka, Tantangan Nyata—Perempuan Diminta Berani Memilih dan Menetapkan Prioritas
INSAN.NEWS || Makassar—Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menegaskan bahwa semangat emansipasi Raden Ajeng Kartini tetap relevan di tengah dinamika zaman.
Momentum Hari Kartini, kata dia, bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi atas perjuangan perempuan yang harus terus dihidupkan dalam praktik sehari-hari.
“Makna Hari Kartini adalah bagaimana semangat itu tetap kita perjuangkan sampai hari ini,” ujar Melinda dalam wawancara di kanal YouTube Tribun Timur, Selasa (21/4/2026).
Menurut Melinda, kunci utama agar perempuan mampu bertahan dan berkembang adalah komitmen untuk terus belajar.
Ia menilai, akses terhadap pendidikan dan karier saat ini semakin terbuka, sehingga perempuan memiliki peluang yang setara dengan laki-laki.
“Semangat untuk selalu belajar, tidak pantang menyerah, dan berani mencari peluang—itu penting. Perempuan punya kesempatan yang sama,” ujarnya.
Di tengah peran perempuan yang kian luas, Melinda mengakui tantangan terbesar justru terletak pada kemampuan mengelola waktu dan prioritas.
Selain sebagai ibu dan istri, ia juga menjalankan peran sebagai Ketua TP PKK serta aktivitas profesional lainnya.
“Semua peran itu tidak mudah dijalankan bersamaan. Kuncinya ada pada prioritas,” katanya.
Ia menambahkan, keseimbangan antara kehidupan keluarga dan aktivitas publik hanya bisa dicapai dengan dukungan lingkungan terdekat, terutama keluarga.
“Dukungan suami, anak, dan orang sekitar sangat menentukan,” ujarnya.
Dalam konteks organisasi, Melinda menilai peran PKK strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga.
Berbagai program yang dijalankan mencakup pemberdayaan ekonomi, edukasi kesehatan, hingga penguatan pendidikan keluarga.
“Fokus kami di PKK adalah keluarga—melalui pelatihan dan pendampingan perempuan agar lebih berdaya,” kata dia.
Melinda juga menyebut sosok Khadijah binti Khuwailid sebagai inspirasi. Baginya, Khadijah mencerminkan keseimbangan ideal antara peran domestik dan profesional.
“Beliau mampu menjadi istri Rasulullah sekaligus pengusaha hebat,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Melinda mengingatkan bahwa setiap pilihan peran perempuan memiliki nilai yang setara—termasuk sebagai ibu rumah tangga.
“Jangan pernah merasa ‘hanya’ ibu rumah tangga. Semua peran itu hebat dan bermakna,” kata dia.
Melalui peringatan Hari Kartini, ia berharap perempuan Indonesia semakin percaya diri, terus mengembangkan potensi, dan berkontribusi nyata bagi keluarga serta masyarakat.
INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google News


