INSAN.NEWS || Maros—Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Maros kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat tradisi kaderisasi intelektual dengan menyelenggarakan Intermediate Training atau Latihan Kader II (LK II) untuk kedua kalinya dalam satu periode kepengurusan.
Kegiatan ini mengusung tema “Gerakan Intelektual HMI: Membaca Zaman, Menggerakkan Peradaban Indonesia” dan resmi dibuka di Ruang Pola Bupati Maros, Minggu (17/5/2026).
Pelaksanaan LK II tersebut menjadi momentum penting bagi HMI Cabang Maros dalam mempertegas peran organisasi sebagai ruang pembentukan kader pemikir, penggerak sosial, sekaligus penjaga tradisi intelektual Islam di tengah dinamika zaman yang terus berubah.


Ketua Panitia Intermediate Training LK II HMI Cabang Maros, Hasruli, menyampaikan sambutan pada pembukaan kegiatan di Ruang Pola Bupati Maros, Minggu (17/5/2026).
Ketua Panitia Intermediate Training, Hasruli, dalam sambutannya menegaskan bahwa proses kaderisasi tidak boleh berhenti hanya karena keterbatasan sumber daya maupun tantangan internal organisasi.
“Jika merawat kaderisasi dalam tubuh HMI dianggap sebagai sebuah kejahatan, maka yakin dan percaya, saya adalah orang yang paling jahat,” ujar Hasruli disambut tepuk tangan peserta.
Ia menekankan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk meredupkan semangat perjuangan kaderisasi.
Menurutnya, panitia tetap konsisten mengawal pelaksanaan LK II sebagai bagian dari ikhtiar melahirkan kader-kader yang mampu menjalankan peran khalifah fil ardh dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Hasruli juga memberi pesan motivatif kepada seluruh peserta agar tetap bertahan dalam setiap proses pengkaderan.
“Mereka yang mampu bertahan dalam proses, merekalah yang akan menjadi pemenang,” katanya.


Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Maros, Muhammad Taufik Hidayat, menyampaikan sambutan sekaligus membuka ruang refleksi intelektual pada kegiatan Intermediate Training (LK II) di Ruang Pola Bupati Maros, Minggu (17/5/2026).
Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Maros, Muhammad Taufik Hidayat, menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta di Bumi Butta Salewangang Maros.
Ia menegaskan bahwa HMI bukan sekadar organisasi mahasiswa, melainkan laboratorium pemikiran yang lahir untuk mencetak insan akademis, pencipta, pengabdi, dan kader umat serta bangsa.
Menurutnya, tantangan generasi muda hari ini bukan hanya soal kompetisi akademik, tetapi juga bagaimana menghadirkan gagasan yang mampu menjawab persoalan kebangsaan, krisis moral, dan perubahan sosial yang semakin kompleks.
“HMI harus menjadi ruang lahirnya kader-kader yang berpikir kritis, berani menawarkan solusi, dan mampu membaca arah perubahan zaman. Dari ruang-ruang kaderisasi seperti inilah peradaban dibangun,” ujarnya.


Ketua Umum HMI Badko Sulawesi Selatan, Asrullah Dimas, memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Intermediate Training (LK II) HMI Cabang Maros di Ruang Pola Bupati Maros, Minggu (17/5/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum HMI Badko Sulawesi Selatan, Asrullah Dimas. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi konsistensi HMI Cabang Maros yang kembali sukses menyelenggarakan LK II kedua dalam satu periode kepengurusan.
Ia berharap seluruh peserta mampu menjadi bibit pemikir HMI yang kelak memberi warna dalam perjalanan intelektual Islam Indonesia, sebagaimana peran tokoh-tokoh HMI pada era pergolakan pemikiran tahun 1960-an.
“Asa kita, dari forum ini lahir kader-kader pemikir seperti Ahmad Wahib, Nurcholish Madjid, dan tokoh-tokoh HMI lainnya yang mampu membawa pembaruan pemikiran Islam dan kebangsaan,” ujarnya.
LK II HMI Cabang Maros ini diikuti kader-kader HMI dari berbagai cabang di seluruh Indonesia dan diharapkan menjadi ruang konsolidasi intelektual sekaligus penguatan visi keislaman dan keindonesiaan di kalangan generasi muda.
INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google News


