News

Ketua KPU Maros Sebut LK II HMI Jadi Ruang Strategis Cetak Kader Politik dan Demokrasi

LK II HMI
Ketua KPU Kabupaten Maros, Jumaedi, S.P, menyampaikan materi “Pemuda dalam Transformasi Politik Indonesia” pada kegiatan Intermediate Training (LK II) HMI Cabang Maros di Wisma Afiat, Jalan Poros Daya Maros (Bandara Lama), Kabupaten Maros, Senin (18/5/2026). Foto Ist

INSAN.NEWS || Maros—Ketua KPU Kabupaten Maros, Jumaedi, menegaskan bahwa pemuda, khususnya kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), memiliki posisi penting dalam perjalanan politik dan demokrasi Indonesia.

‎Hal itu disampaikan Jumaedi saat menjadi narasumber pada kegiatan Intermediate Training (LK II) HMI Cabang Maros dengan materi bertajuk “Pemuda dalam Transformasi Politik Indonesia” yang berlangsung di Wisma Afiat, Jalan Poros Daya Maros (Bandara Lama), Kabupaten Maros, Senin (18/5/2026).

‎Dalam pemaparannya, Jumaedi mengatakan bahwa HMI selama ini dikenal sebagai salah satu organisasi kader yang memiliki sejarah panjang dalam melahirkan tokoh-tokoh bangsa.

‎Menurutnya, banyak kader HMI yang kemudian mengambil peran penting dalam pemerintahan, parlemen, dunia hukum, akademik hingga gerakan sosial kemasyarakatan.

‎Ia menilai, kekuatan utama HMI terletak pada sistem perkaderannya yang terstruktur dan konsisten membangun kualitas intelektual, kepemimpinan, serta wawasan kebangsaan kadernya.

Makassar Menuju Transportasi Modern, Munafri Tawarkan Skema BTS dan Subsidi APBD

‎‎Karena itu, proses kaderisasi di HMI dinilai menjadi modal penting bagi generasi muda untuk menghadapi dinamika politik dan tantangan demokrasi di Indonesia.

‎“HMI bukan hanya ruang berhimpun mahasiswa, tetapi laboratorium kader yang membentuk kemampuan berpikir kritis, integritas moral, dan semangat pengabdian. Dari proses itulah lahir kader-kader yang siap berkontribusi bagi bangsa,” ujar Jumaedi.

‎Ia juga menekankan bahwa generasi muda hari ini memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas demokrasi di tengah perkembangan teknologi informasi dan derasnya arus disinformasi politik.

‎Menurutnya, pemuda harus mampu menjadi kelompok yang aktif mengedukasi masyarakat dan menghadirkan politik yang sehat, rasional, serta berorientasi pada kepentingan publik.

‎Dalam kesempatan itu, Jumaedi mendorong seluruh peserta LK II HMI Cabang Maros agar memanfaatkan forum pengkaderan sebagai ruang belajar untuk meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan sosial-politik, serta memperkuat komitmen keumatan dan kebangsaan.

LK II HMI Maros Bedah Teori Perubahan Sosial, Peserta Soroti Ketimpangan hingga Kapitalisme

‎Kegiatan Intermediate Training (LK II) HMI Cabang Maros tersebut diikuti kader HMI dari berbagai cabang di Sulawesi Selatan dan menjadi bagian dari proses penguatan kualitas kepemimpinan kader di tingkat menengah.

INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google News

× Advertisement
× Advertisement