INSAN.NEWS || Maros—Forum Intermediate Training (LK II) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Butta Salewangang Maros kembali menghadirkan diskusi strategis bertema “Ekonomi Digital, AI, dan Masa Depan Kedaulatan Ekonomi Indonesia” yang berlangsung di Wisma Afiat, Jalan Poros Daya–Maros.
Kegiatan tersebut menghadirkan Abdul Karim, mantan Ketua Umum HMI Cabang Makassar sekaligus akademisi, sebagai pemateri utama.
Dalam pemaparannya, Abdul Karim menekankan bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah pola kehidupan manusia, termasuk dalam dunia pendidikan, organisasi, dan ekonomi.
Menurutnya, kader HMI tidak boleh tertinggal dalam menghadapi transformasi digital yang berkembang sangat cepat di era modern.
“Mahasiswa dan kader HMI harus cakap memanfaatkan teknologi AI sebagai penunjang dalam proses studi, riset, dan aktivitas intelektual di kemahasiswaan. AI jangan dipandang sebagai ancaman, tetapi sebagai alat untuk meningkatkan kualitas berpikir dan produktivitas kader,” ujar Abdul Karim di hadapan peserta LK II, Selasa (19/5).
Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan AI juga dapat membantu aktivitas organisasi, mulai dari pengolahan data, penyusunan kajian, pengembangan media dakwah digital, hingga penguatan literasi intelektual kader.
Menurutnya, HMI sebagai organisasi kader harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman agar tetap relevan dalam menjawab tantangan sosial dan perubahan global.
“Dalam konteks ber-HMI, teknologi digital dan AI dapat menjadi instrumen penguatan gerakan intelektual. Kader harus belajar memanfaatkan teknologi untuk membangun gagasan, memperluas jaringan, dan memperkuat tradisi keilmuan,” katanya.
Selain membahas AI dalam dunia pendidikan dan organisasi, Abdul Karim juga menyoroti dampak ekonomi digital terhadap masa depan kedaulatan ekonomi Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan marketplace dan platform digital telah membuka peluang baru bagi masyarakat untuk membangun usaha secara mandiri tanpa harus bergantung pada sistem ekonomi konvensional.
“Sekarang marketplace menjadi ruang ekonomi baru. Anak muda harus mampu membaca peluang itu. AI dan ekonomi digital bisa membantu UMKM berkembang, memperluas pasar, bahkan menciptakan lapangan kerja baru jika dimanfaatkan dengan benar,” jelasnya.
Namun demikian, Abdul Karim mengingatkan bahwa kemajuan teknologi juga harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia dan penguatan etika digital.
Ia menilai generasi muda, khususnya kader HMI, memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan perkembangan teknologi tetap berpihak pada kepentingan masyarakat dan kedaulatan bangsa.
“Teknologi harus dikendalikan oleh nilai dan moralitas. Karena itu, kader HMI harus hadir sebagai kelompok intelektual yang mampu memanfaatkan AI secara kritis, produktif, dan bertanggung jawab demi masa depan Indonesia,” tutup Abdul Karim.
INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google News


