News

Project Manifesto 2030: Nur Amin Saleh Dorong Kader HMI Berfilsafat dengan Berpijak pada Realitas Sosial

HMI
Pemateri LK II Nasional Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Butta Salewangang Maros, Nur Amin Saleh, menyampaikan materi Project Manifesto 2030 di Hotel Afiat, Jalan Poros Daya–Maros, Senin (18/5/2026). Foto Ist

INSAN.NEWS || Maros—Forum Intermediate Training (LK II) Tingkat Nasional yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Butta Salewangang Maros kembali menghadirkan diskusi intelektual bertajuk Project Manifesto 2030 di Hotel Afiat, Jalan Poros Daya—Maros, Senin (18/5/2026).

‎Dalam forum tersebut, pemateri Nur Amin Saleh menekankan pentingnya filsafat sebagai instrumen berpikir kritis bagi mahasiswa dan kader HMI dalam membaca realitas sosial.

‎Nur Amin Saleh atau yang akrab disapa Nas mengatakan, filsafat tidak boleh dipahami sekadar sebagai ruang perdebatan abstrak yang jauh dari kehidupan masyarakat.

‎Menurutnya, filsafat justru harus menjadi fondasi intelektual untuk memahami persoalan sosial, membedah struktur hegemoni, serta membangun kesadaran kritis di tengah dinamika zaman.

‎“Mahasiswa boleh berfilsafat dengan bahasa langit, tetapi harus tetap berpijak pada realitas sosial masyarakat,” ujar Nas di hadapan peserta LK II Nasional.

Legislasi DPRD dan Pembentukan Perda Jadi Sorotan LK II HMI Maros

‎Ia menjelaskan bahwa mahasiswa dan kader HMI memiliki tanggung jawab moral untuk menjadikan pemikiran kritis sebagai alat perjuangan sosial.

‎Dalam pandangannya, intelektualitas tidak cukup berhenti pada tataran teori dan diskursus akademik, melainkan harus melahirkan keberpihakan terhadap problem masyarakat.

‎Menurut Nas, filsafat memiliki peran strategis dalam membantu mahasiswa memahami fenomena sosial secara mendalam, termasuk ketimpangan, relasi kuasa, hingga bentuk-bentuk dominasi yang berkembang di tengah kehidupan modern.

‎Karena itu, kader HMI dituntut mampu menghubungkan antara refleksi intelektual dengan praktik sosial yang nyata.

‎“Pemikiran yang lahir dari proses filsafat harus diterjemahkan menjadi sikap kritis, keberanian moral, dan kontribusi nyata terhadap persoalan rakyat,” katanya.

LK II HMI Maros Bedah Ekonomi Digital dan AI, Abdul Karim Dorong Kader HMI Adaptif terhadap Teknologi

‎Forum LK II Tingkat Nasional tersebut menjadi ruang pengkaderan intelektual bagi kader Himpunan Mahasiswa Islam dari berbagai daerah di Indonesia.

‎Selain membahas filsafat dan manifesto gerakan, kegiatan ini juga menghadirkan diskusi tentang kepemimpinan, keislaman, dinamika kebangsaan, hingga tantangan sosial di era modern.

INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google News

× Advertisement
× Advertisement