News

Grand Design Kepemimpinan HMI Disorot di LK II Nasional Maros 2026 ‎

LK II HMI
Ketua DPD KNPI Sulawesi Selatan, Dr. Andi Surahman Batara, S.KM., M.Kes., menyampaikan materi tentang grand design kepemimpinan HMI dan tanggung jawab kebangsaan dalam forum LK II Tingkat Nasional HMI Cabang Butta Salewangang Maros di Wisma Afiat, Jalan Poros Daya–Maros, Jumat (22/5/2026). Foto Ist

INSAN.NEWS || Maros—Konsep besar kepemimpinan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai upaya membangun tanggung jawab kebangsaan menjadi pembahasan utama dalam forum Intermediate Training (LK II) Tingkat Nasional HMI Cabang Butta Salewangang Maros yang berlangsung di Wisma Afiat, Jalan Poros Daya–Maros, Jumat (22/5/2026).

‎Materi bertajuk “Grand Design Kepemimpinan HMI: Upaya Tanggung Jawab Kebangsaan” tersebut disampaikan oleh Ketua DPD KNPI Sulawesi Selatan, Dr. Andi Surahman Batara, S.KM., M.Kes., yang juga merupakan demisioner Ketua Umum BADKO HMI Sulselbar.

‎Dalam pemaparannya, Andi Surahman Batara menegaskan bahwa grand design kepemimpinan HMI harus diarahkan untuk melahirkan kader yang progresif, adaptif terhadap perubahan zaman, namun tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.

‎Menurutnya, tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi saat ini membutuhkan figur pemimpin yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan keberanian intelektual.

‎“Kader HMI tidak boleh kehilangan orientasi nilai di tengah derasnya arus digitalisasi dan globalisasi. Kepemimpinan HMI harus melahirkan kader yang mampu berpikir kritis, independen, dan memiliki keberpihakan terhadap kepentingan rakyat,” ujar Andi Surahman di hadapan peserta LK II Nasional.

Akademisi UNM di LK II Nasional HMI Maros: Gerakan Islam Tidak Boleh Berhenti pada Ritual, Harus Hadir Menjawab Persoalan Sosial

‎Ia menjelaskan, kepemimpinan intelektual dalam tubuh HMI harus dibangun melalui proses kaderisasi yang menyeimbangkan kemampuan intelektual, emosional, spiritual, dan sosial.

‎Menurutnya, kader HMI harus tampil sebagai pelopor perubahan yang mampu menjaga persatuan bangsa sekaligus menjadi jembatan antara kepentingan umat, rakyat, dan negara.

‎“Pemimpin masa depan tidak cukup hanya pintar berbicara. Ia harus memiliki sensitivitas sosial, keberanian moral, dan kemampuan membaca persoalan bangsa secara utuh,” katanya.

‎Andi Surahman juga menekankan bahwa HMI memiliki tanggung jawab historis dalam menjaga nilai demokrasi, keadilan sosial, dan cita-cita kebangsaan sebagaimana spirit perjuangan organisasi sejak didirikan Lafran Pane.

‎Karena itu, kaderisasi HMI dinilai harus terus diperkuat agar mampu mencetak generasi pemimpin yang berintegritas dan responsif terhadap problem masyarakat.

Akademisi UMMA Dorong Peserta LK 2 Tingkat Nasional HMI Cabang Maros Tahun 2026 Terlibat dalam Penyusunan Kebijakan Publik dari Tingkat Bawah

‎“HMI sejak awal didirikan bukan hanya untuk mencetak intelektual kampus, tetapi melahirkan kader umat dan kader bangsa yang siap memperjuangkan masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah SWT,” tegasnya.

‎Forum LK II Nasional HMI Cabang Butta Salewangang Maros tersebut menjadi ruang penguatan kapasitas intelektual dan kepemimpinan kader dari berbagai daerah di Indonesia.

‎‎Diskusi berlangsung dinamis dengan pembahasan mengenai arah kepemimpinan nasional, tantangan ideologi, hingga peran generasi muda dalam menjaga masa depan demokrasi dan persatuan bangsa.

INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google News

Nabi Ibrahim dan Transformasi Sosial: Membangun Peradaban Melalui Kesadaran Tauhid
× Advertisement
× Advertisement