INSAN.NEWS || Maros—Narasumber Intermediate Training (LK II) Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Butta Salewangang Maros, MHR Harun Shikka Songge, menegaskan pentingnya internalisasi Nilai Dasar Perjuangan (NDP) sebagai fondasi moral, intelektual, dan spiritual kader HMI.
Materi tersebut disampaikan dalam forum LK II Nasional yang berlangsung di Wisma Afiat, Jalan Poros Daya–Maros, Kamis (21/5/2026).
Dalam pemaparannya bertajuk “Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi NDP”, Harun Shikka Songge menjelaskan bahwa hakikat keberadaan manusia dalam perspektif NDP tidak dapat dipisahkan dari hubungan dengan Allah SWT sebagai pencipta alam semesta.
Menurutnya, manusia memiliki posisi sebagai khalifah di muka bumi sekaligus hamba Tuhan yang bertanggung jawab atas seluruh tindakan dan amanah kehidupan.
“Hubungan manusia dengan Tuhan menjadi fondasi utama kehidupan kader HMI. Seluruh aktivitas sosial, intelektual, dan perjuangan organisasi harus dilandasi nilai tauhid agar kader tidak kehilangan arah dalam menghadapi perubahan zaman,” ujar Harun di hadapan peserta LK II Nasional.
Ia menjelaskan, dalam dimensi epistemologi, NDP menempatkan ilmu pengetahuan dan spiritualitas sebagai dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
Pengetahuan, kata dia, tidak hanya diperoleh melalui rasio dan pengalaman empiris, tetapi juga melalui wahyu dan nilai-nilai ketuhanan.
Karena itu, kader HMI dituntut memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kedalaman spiritual agar ilmu yang dimiliki benar-benar bermanfaat bagi umat dan bangsa.
Harun juga menekankan bahwa nilai aksiologi NDP harus diwujudkan dalam tindakan nyata melalui kepedulian sosial, keberpihakan terhadap rakyat, dan semangat pengabdian.
Menurutnya, kader HMI tidak boleh terasing dari persoalan masyarakat, melainkan harus hadir sebagai agen perubahan yang membawa nilai keadilan, kemajuan, dan kemanusiaan.
“Kader HMI harus mampu memadukan intelektualitas, moralitas, dan keberpihakan sosial dalam kehidupan sehari-hari. NDP tidak boleh berhenti sebagai konsep teoritis, tetapi harus hidup dalam sikap, perilaku, dan cara kader membangun hubungan dengan masyarakat,” tegasnya.
Menjelang akhir forum, suasana diskusi berpindah dari ruang utama menuju area outdoor Wisma Afiat. Perpindahan forum itu dimanfaatkan peserta untuk memperdalam dialog secara lebih terbuka dan reflektif mengenai penghayatan NDP dalam kehidupan kader.
Diskusi berlangsung dinamis dengan pembahasan seputar tantangan moral generasi muda, krisis integritas, hingga peran kader HMI dalam menjaga nilai keislaman dan keindonesiaan di tengah perubahan sosial yang semakin kompleks.
“Internalisasi NDP harus melahirkan kader yang berintegritas, memiliki semangat intelektual, serta konsisten menjaga nilai perjuangan. Kader HMI harus menjadi teladan di tengah umat dan bangsa,” tutup Harun Shikka Songge.
INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google News


