News

NDP sebagai Keniscayaan Ideologis, MHR Shikkah Songge Tekankan Reformasi Visi Teologi Kader HMI ‎

HMI
MHR Shikkah Songge menyampaikan materi tentang Nilai Dasar Perjuangan (NDP) sebagai keniscayaan ideologis dalam forum Intermediate Training (LK II) Tingkat Nasional HMI Cabang Butta Salewangang Maros di Wisma Afiat, Jalan Poros Daya–Maros, Kamis (21/5/2026). Foto Ist

INSAN.NEWS || Maros—Nilai Dasar Perjuangan (NDP) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) disebut sebagai fondasi ideologis yang tidak dapat dipisahkan dari proses pembentukan karakter kader umat dan kader bangsa.

‎Hal itu disampaikan oleh MHR Shikkah Songge (Instruktur NDPers Nasional) dalam forum Intermediate Training (LK II) Tingkat Nasional HMI Cabang Butta Salewangang Maros yang berlangsung di Wisma Afiat, Jalan Poros Daya–Maros, Kamis (21/5/2026).

‎Dalam materi bertajuk “NDP Sebuah Kemestian Ideologis: Upaya Mereform Visi Theologi Positivisme Kader Umat dan Kader Bangsa”, MHR menjelaskan bahwa NDP bukan sekadar dokumen organisasi, melainkan paradigma perjuangan yang menjadi dasar berpikir, bersikap, dan bertindak setiap kader HMI dalam membaca realitas sosial dan peradaban.

‎Menurutnya, paradigma NDP harus dipahami secara menyeluruh sebagai sistem pemikiran yang holistis dan sistematis.

Ia mengutip pandangan Thomas Kuhn tentang paradigma sebagai kerangka berpikir yang melahirkan perubahan dan peradaban baru.

Tahajud di Arena LK II Nasional HMI Maros, Harun Shikka Songge: Marwah Kader Lahir dari Kesungguhan Bermunajat

‎Dalam konteks HMI, kata dia, perkaderan merupakan proses institusionalisasi nilai yang membentuk kader dengan kualitas lima insan cita—yakni intelektual, ideologis, agen perubahan, kontrol sosial, dan insan pengabdi umat.

‎“Setiap kader HMI wajib memahami NDP bukan hanya sebagai teori, tetapi sebagai arah ideologis perjuangan. NDP adalah fondasi berpikir yang melahirkan watak kader yang kritis, progresif, dan berorientasi pada peradaban,” ujar MHR di hadapan peserta LK II nasional.

‎Ia juga menekankan bahwa NDP memiliki tiga dimensi utama yang membuatnya layak dipahami sebagai konstruksi ideologis, yakni aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi.

‎Dalam aspek ontologi, MHR menjelaskan bahwa dasar kepercayaan dalam NDP bertumpu pada keyakinan terhadap Allah sebagai pusat eksistensi dan pencipta semesta.

‎Manusia diposisikan sebagai khalifah yang memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk menjaga kehidupan serta mengelola alam secara adil dan berkeadaban.

Teologi dalam Tafsir NDP HMI: Samsir Salam Tekankan Kesatuan Iman, Ilmu, dan Amal dalam Kaderisasi

‎“Keimanan dalam NDP tidak berhenti pada keyakinan teologis, tetapi melahirkan kesadaran sosial dan tanggung jawab sejarah. Kader HMI harus mampu menghubungkan nilai ketuhanan dengan kerja-kerja kemanusiaan,” katanya.

‎Selain membahas aspek ontologi, forum tersebut juga mengulas epistemologi NDP, urgensi metodologi berpikir kader, tinjauan historis lahirnya NDP, hingga basic construction dan pilihan metodologi dalam memahami Nilai Dasar Perjuangan.

‎Menurut MHR, kader HMI tidak boleh terjebak pada cara berpikir positivistik yang sempit dan pragmatis, melainkan harus membangun kesadaran intelektual yang berpijak pada nilai-nilai ketuhanan, keilmuan, dan transformasi sosial.

‎Ia menilai tantangan kader HMI hari ini bukan hanya persoalan organisasi, tetapi juga krisis orientasi ideologis di tengah perkembangan zaman yang semakin materialistik dan kehilangan arah moral.

‎‎Karena itu, penguatan pemahaman terhadap NDP dianggap penting untuk menjaga identitas gerakan intelektual HMI di tengah perubahan sosial dan perkembangan modernitas.

Kosmologi Dalam Tafsir NDP HMI: Baharuddin Hafid Ajak Kader Membaca Alam Semesta sebagai Ruang Perjuangan

‎“Perjuangan kader HMI bukan sekadar perebutan posisi atau kekuasaan, tetapi bagaimana menghadirkan nilai, gagasan, dan keberpihakan terhadap umat dan bangsa,” tegasnya.

INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google News

× Advertisement
× Advertisement