INSAN.NEWS || Maros—Spirit kesalehan sosial dalam gerakan Islam mengemuka dalam forum Intermediate Training (LK II) Tingkat Nasional 2026 Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Butta Salewangang Maros yang berlangsung di Hotel Afiat, Jumat (22/5/2026).
Forum tersebut menghadirkan akademisi Universitas Negeri Makassar, Mastur Muin, S.Ag., M.Ag., sebagai narasumber utama dalam pembahasan transformasi gerakan Islam di tengah tantangan sosial dan politik kontemporer.
Dalam materinya bertajuk “Dari Kesalehan Ritual Menuju Kesalehan Sosial: Transformasi Gerakan Islam dalam Politik Kontemporer”, Mastur Muin menegaskan bahwa gerakan Islam tidak cukup hanya berhenti pada simbol dan ritual keagamaan semata.
Menurutnya, nilai-nilai keislaman harus hadir secara konkret dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat seperti kemiskinan, ketimpangan sosial, pendidikan, hingga krisis keadilan.
“Kesalehan ritual harus melahirkan keberpihakan sosial. Islam tidak hanya berbicara tentang hubungan vertikal kepada Tuhan, tetapi juga tanggung jawab horizontal terhadap persoalan kemanusiaan,” ujar Mastur Muin di hadapan peserta LK II Nasional.
Ia menjelaskan bahwa dinamika politik kontemporer menuntut organisasi kemahasiswaan Islam untuk mampu membaca perubahan zaman tanpa kehilangan orientasi moral dan nilai keislaman.
Perkembangan teknologi, polarisasi politik, hingga krisis etika di ruang publik dinilai menjadi tantangan baru yang harus direspons melalui gerakan intelektual dan sosial yang progresif.
Menurutnya, kader HMI memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual muda yang mampu menjembatani nilai spiritual dengan gerakan sosial yang berpihak kepada rakyat.
Karena itu, kader HMI dituntut tidak hanya memiliki kedalaman religiusitas, tetapi juga sensitivitas sosial dan keberanian terlibat dalam perjuangan kemasyarakatan.
“Gerakan Islam hari ini harus tampil sebagai kekuatan moral sekaligus kekuatan sosial yang mampu menghadirkan solusi atas persoalan publik. Kader HMI harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya menjadi pengamat perubahan,” tegasnya.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai tanggapan peserta dari sejumlah cabang HMI di Indonesia mengenai peran mahasiswa Islam dalam merespons isu-isu sosial kontemporer.
Forum tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas intelektual dan ideologis kader HMI agar mampu membangun kepemimpinan yang kritis, responsif, dan berorientasi pada nilai keadilan sosial serta kemaslahatan umat.
INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google News


