INSAN.NEWS || Makassar—Dewan Pengurus Pusat (DPP) THE LEGEND 120 Sulawesi Selatan mengklaim rombongannya mengalami dua insiden dugaan provokasi saat menggelar rolling damai dan orasi kebangsaan memperingati Hari Sumpah Pemuda di Makassar, Rabu (28/10).
Ketua Umum THE LEGEND 120 Sulsel, Muh. Rusdi, menyebut sejumlah peserta juga mengalami kekerasan fisik.
Menurut Rusdi, kegiatan yang diikuti ratusan pemuda itu awalnya berlangsung tertib. Massa berkumpul di kawasan Monumen Mandala untuk menyampaikan orasi mengenai keamanan kota, termasuk maraknya kriminalitas jalanan dan perang antarkelompok.
Dalam orasinya, Rusdi menilai persoalan keamanan perlu menjadi perhatian bersama. Ia menjadikan peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum untuk menyerukan terciptanya Makassar yang aman dan kondusif.
“Situasi kota tercinta kami, Makassar, kembali menjadi sorotan tajam. Mirisnya, kriminal jalanan hingga perang kelompok menjadi perhatian publik,” kata Rusdi dalam orasinya.
Namun, menurut keterangan Rusdi, situasi sempat memanas ketika sekelompok pemuda yang belum diketahui identitasnya diduga mencoba memprovokasi peserta menggunakan senjata tajam jenis busur panah.
Rusdi menyatakan upaya tersebut berhasil digagalkan. Ia mengatakan peserta kemudian mengamankan senjata tajam yang dimaksud dan menyerahkannya kepada Kapolrestabes Makassar.
Namun, kronologi penyerahan, jenis barang bukti, dan penanganan aparat masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
Rusdi Bantah Ingin Memicu Keributan
Rusdi menyayangkan insiden tersebut dan meminta seluruh peserta tetap menahan diri. Ia menegaskan kegiatan itu tidak dimaksudkan untuk memicu keributan ataupun mengganggu ketertiban kota.
“Saya sebenarnya kesal dan menyayangkan tindakan kelompok misterius itu. Tapi mau bagaimana lagi, itu sudah terjadi. Kami bukan pembuat onar dan pelaku kriminal,” ujar Rusdi.
Setelah menyampaikan orasi di Monumen Mandala, rombongan bergerak menuju kawasan flyover Makassar.
Dalam perjalanan, menurut Rusdi, terjadi insiden lain yang kembali membuat situasi tidak kondusif. Ia menyebut beberapa anggota rombongannya mengalami kekerasan fisik.
“Kami heran, titik awal di Mandala teman-teman mendapat teror, perjalanan menuju flyover pun demikian. Parahnya, beberapa orang dari kami mendapatkan kekerasan fisik,” kata Rusdi.
Ia menduga kedua insiden tersebut memiliki kemiripan, meski berlangsung pada waktu berbeda. Namun, belum ada keterangan independen yang memastikan keterkaitan antara kedua peristiwa itu maupun identitas pihak yang diduga terlibat.
Bentangkan Spanduk “Ciptakan Makassar Aman”
Setibanya di kawasan flyover Makassar, massa THE LEGEND 120 Sulsel membentangkan spanduk bertuliskan “THE LEGEND 120, Ciptakan Makassar Aman”. Setelah itu, mereka membubarkan diri secara tertib.
Rusdi menegaskan bahwa agenda utama kegiatan tersebut adalah memperingati Hari Sumpah Pemuda sekaligus mengajak masyarakat menjaga keamanan kota.
“Tujuan kami hari ini sebatas memperingati Hari Sumpah Pemuda dan menyerukan secara bersama-sama ciptakan Makassar aman,” ujarnya.
Dugaan provokasi, penggunaan busur panah, dan kekerasan fisik yang disampaikan Rusdi masih perlu diverifikasi melalui keterangan saksi, pemeriksaan barang bukti, serta konfirmasi kepolisian dan pihak-pihak terkait.
Hingga berita ini disusun, belum tersedia keterangan dari pihak yang dituding maupun konfirmasi resmi aparat mengenai rangkaian insiden tersebut.
Sumber: Keterangan Ketua Umum THE LEGEND 120 Sulsel, Muh. Rusdi.
INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda
Follow Berita InsanNews di Google News


