GEPMAD Makassar Lakukan Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor Kapolda Sul-Sel

oleh -2330 Dilihat
GEPMAD
Aliansi Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Bima - Dompu (GEPMAD) Makassar melakukan Aksi Ujuk Rasa di depan kantor Kapolda Sulawesi Selatan (Sul-Sel), Selasa, (25/06/2024).
banner 1000250

INSAN.NEWS || Makassar – Aliansi Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Bima – Dompu (GEPMAD) Makassar melakukan Aksi Ujuk Rasa di depan kantor Kapolda Sulawesi Selatan (Sul-Sel), Selasa, (25/06/2024).

Dalam Aksi Ujuk Rasanya Aliansi GEPMAD Makassar Mendesak aparat Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus kematian almarhum (Adisan) yang diduga meninggal bukan diakibatkan kecelakaan lalulintas (lakalantas), namun ada unsur lain “dugaan pembunuhan berencana”.

Kejadian yang menimpa almarhum, banyak pihak yang menduga bahwa meninggalnya almarhum bukanlah murni lakalantas, melainkan ada unsur lain (kriminalitas/dugaan pembunuhan berencana).

“Hari ini, kami pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Bima – Dompu (GEPMAD) Makassar, mengatakan bahwa kematian almarhum Adisan bukanlah murni lakalantas, namun ada unsur lain yang harus diselidiki lebih dalam oleh pihak penyidik, kuat dugaan kami ada kejadian kriminalitas atau terjadi pembunuhan berencana terhadap kematian almarhum”, Ucap Rusdin (Jenderal Lapangan).

“Sebelumnya itu, pihak keluarga pernah memasukkan laporan pada Kapolres bima kota pada tanggal 30 Mei 2024 dengan nomor surat (Nomor. STTLP/K/472/V/2024/NTB/ Res. Bima Kota) namun sampai saat ini belum ada titik terang dari hasil penyidikan kasus tersebut. Maka hari ini kami lakukan aksi di depan kantor Kapolda Sul-Sel agar Kapolda Sul-Sel melakukan koordinasi dengan pihak Kapolda NTB”, Tegas masa aksi disapa Rega.

Masa Aksi juga sudah memasukan surat penyampaian pada Kapolda Sul-Sel berdasarkan arahan pihak yang mewakili Kapolda dan surat penyampaian itu akan diteruskan pada pimpinan (Kapolda Sul-Sel) kemudian akan ditindak lanjuti ke Mabes Polri.

“Tadi saat kami sedang orasi, ada yang mewakili Kapolda untuk menanggapi, bahasanya mereka bahwa pimpinan mereka (Kapolda) sedang melakukan kegiatan Apel,  jadi Kapolda tidak bisa berhadapan langsung dengan masa aksi, lebih lanjut pihak kepolisian mengarahkan untuk bersurat dan surat itu sudah kami masukkan kemudian pihak aparat mengatakan akan melakukan konfirmasi terkait perkembangan surat penyampaian yang masuk”, Ucap salah satu masa aksi.

Lanjut Jendral Lapangan juga menegaskan pada Kapolda Sul-Sel untuk melakukan konfirmasi terkait perkembangan surat penyampaian yang masuk.

“Apabila surat yang masuk tidak ada konfirmasi ulang sampai besok sebagaimana dalilnya pihak yang mewakili Kapolda Sulsel pada kami, maka kami akan melakukan konsolidasi ulang untuk melakukan aksi besar-besaran”, Tegasnya pada awak media.

Adapun tuntutan dalam aksi yang dilakukan GEPMAD Makassar.

“Mendesak Kapolres Bima Kota untuk menangkap terduga atau korban yang bertabrakan dengan almarhum. Mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) Bima kota untuk menindak lanjuti penyelidikan kasus kematian almarhum (adisan). Copot Kapolsek Sape yang tidak bertanggung jawab atas kasus yang terjadi di wilayah tugasnya (TKP). Meminta secara tegas keterbukaan hasil penyelidikan kasus kematian almarhum (Adisan). Mendesak kapolres bima kota untuk menyurati Tim forensik. Mendesak puskesmas sape untuk keterbukaan hasil visum” Pembacaan pernyataan sikap oleh Jendlap.

Baca;  Proyek Revitalisasi 28,8 M di Takalar oleh PT. Munandar jagad raya akan dilaporkan Ke Polda Sulsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *