INSAN.NEWS || Makassar—Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sulawesi Selatan (AMP Sulsel) menggelar aksi unjuk rasa di depan Polrestabes Makassar, Jumat (17/4/2026), dengan membawa sejumlah tuntutan serius terkait dugaan persoalan di tubuh kepolisian.
Aksi berlangsung hampir dua jam, namun massa tidak kunjung ditemui oleh Kasat Reskrim maupun Kasat Narkoba yang menjadi sasaran tuntutan. Situasi ini memicu kemarahan massa aksi.
Koordinator AMP Sulsel, Ilham Setiawan, secara terbuka melontarkan tantangan keras kepada kedua pejabat tersebut.
“Jangan jadi pengecut! Kami datang membawa aspirasi rakyat, bukan untuk diabaikan. Makassar bukan tempat penindasan oleh aparat yang anti kritik!” tegas Ilham dalam orasinya
Soroti Mobil Viral DD 888 DS
Dalam aksi tersebut, massa menyoroti viralnya kendaraan berpelat nomor DD 888 DS yang diduga digunakan oleh Kasat Reskrim.
Aliansi menilai polemik ini harus segera diklarifikasi secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
“Jika tidak ada masalah, jelaskan ke publik. Jangan diam dan menghindar,” ujar massa aksi
Dugaan Intimidasi Wartawan
Aliansi juga mengungkap dugaan tindakan intimidasi oleh oknum anggota Jatanras terhadap awak media yang tengah menjalankan tugas jurnalistik.
Massa menilai tindakan tersebut mencederai kebebasan pers dan bertentangan dengan prinsip demokrasi.
“Kami mengecam keras dugaan intimidasi terhadap jurnalis. Aparat seharusnya melindungi, bukan justru menekan kerja-kerja pers,” tegas mereka.
Isu Tangkap Lepas Kasus Narkoba
Selain itu, massa turut menyoroti dugaan praktik “tangkap lepas” dalam penanganan kasus narkotika jenis sabu seberat kurang lebih 1 kilogram.
Disebutkan, awalnya terdapat empat orang terduga pelaku yang diamankan, namun satu orang diduga dilepaskan tanpa penjelasan yang jelas.
“Kami minta transparansi. Jika benar ada yang dilepas, harus dijelaskan dasar hukumnya,” lanjut perwakilan aliansi.
Desak Evaluasi dan Pencopotan
Atas berbagai dugaan tersebut, AMP Sulsel mendesak Kapolrestabes Makassar dan Kapolda Sulawesi Selatan untuk segera mengambil langkah tegas.
Tuntutan tersebut meliputi:
1. Pencopotan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar.
2. Evaluasi total kinerja Satreskrim dan Satnarkoba.
3. Transparansi dalam seluruh penanganan perkara.
4. Pemeriksaan dugaan pelanggaran, termasuk penggunaan plat nomor tidak sah.
Belum Ada Klarifikasi Resmi
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polrestabes Makassar maupun Polda Sulawesi Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan yang disampaikan.
Aksi berjalan tertib, namun diwarnai kekecewaan karena tidak hadirnya pejabat yang dituntut untuk memberikan klarifikasi.
Ancaman Aksi Lanjutan
Menutup aksi, AMP Sulsel menegaskan akan kembali turun dengan massa yang lebih besar apabila tuntutan tidak direspons.
“Ini bukan akhir. Kami akan datang lagi dengan kekuatan lebih besar. Makassar bukan tempat penindasan, tapi tempat berdirinya keadilan,” tutup Ilham Setiawan.
INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google News


