News

LK II dan Senior Course Nasional HMI Kukar Ditutup, Lahirkan Kader Penggerak Peradaban di Era IKN

HMI
Peserta, panitia, Master of Training, alumni KAHMI, dan tamu undangan menghadiri Closing Ceremony Intermediate Training (LK II) dan Senior Course Tingkat Nasional HMI Cabang Kutai Kartanegara di Gedung Pramuka Tenggarong, Minggu (14/6/2026) malam. Foto Ist

INSAN.NEWS || Tenggarong—Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kutai Kartanegara resmi menutup rangkaian kegiatan Intermediate Training (Latihan Kader II/LK II) dan Senior Course (SC) Tingkat Nasional yang berlangsung di Gedung Pramuka, Jalan Mulawarman, Tenggarong, Minggu (14/6/2026) malam.

‎‎Penutupan kegiatan menjadi puncak dari proses kaderisasi tingkat lanjut yang diikuti 45 peserta LK II dan 17 peserta Senior Course dari berbagai daerah di Indonesia.

‎Forum ini dirancang untuk memperkuat kapasitas intelektual, kepemimpinan, serta kemampuan kader dalam menjawab tantangan pembangunan bangsa, khususnya di Kalimantan Timur yang tengah menjadi pusat perhatian nasional melalui pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

‎Ketua Panitia, M. Ibnu Ridho, mengakui pelaksanaan kegiatan tidak lepas dari berbagai keterbatasan teknis dan pendanaan. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat panitia untuk menuntaskan seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.

‎”Kami menyadari masih terdapat berbagai kekurangan selama pelaksanaan kegiatan. Namun berkat kerja sama seluruh panitia, Master of Training, peserta, dan dukungan berbagai pihak, LK II dan Senior Course ini dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

‎Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Master of Training LK II Arman dan Master of Training Senior Course Mursyid yang dinilai konsisten mengawal proses kaderisasi hingga tuntas.

Cegah Abrasi, Otorita IKN Tanam 500 Mangrove di Pantai Tanah Merah

‎Ketua Umum HMI Cabang Kutai Kartanegara, Zulhansyah, dalam sambutannya menegaskan bahwa substansi utama kaderisasi bukan terletak pada jumlah peserta, melainkan kualitas gagasan dan nilai yang ditransformasikan selama proses pelatihan.

‎Menurutnya, Nilai Dasar Perjuangan (NDP) HMI berakar pada Al-Qur’an dan Hadis sebagai landasan pembentukan karakter kader. Selain itu, materi-materi lokal mengenai sejarah, budaya, dan kearifan Kutai Kartanegara juga menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi.

‎”Kutai Kartanegara adalah daerah penyangga strategis IKN. Kader HMI harus mampu membaca perubahan sosial yang sedang berlangsung agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman,” kata Zulhansyah.

‎Pada kesempatan yang sama, HMI Cabang Kutai Kartanegara juga meluncurkan sebuah e-book kaderisasi sebagai bentuk kontribusi intelektual organisasi dalam memperkuat tradisi literasi dan pengembangan gagasan di kalangan kader.

KAHMI Kukar Susun Peta Jalan Lima Tahun, Siapkan Agenda Strategis Kawal Pembangunan Daerah

‎Sementara itu, Ketua Bidang Otonomi Daerah dan Pemberdayaan Desa PB HMI, Maryadi Sirat, yang mewakili Pengurus Besar HMI, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan LK II dan Senior Course tersebut.

‎Ia menegaskan bahwa HMI merupakan organisasi yang dibangun melalui tradisi diskursus panjang dan proses kaderisasi yang serius. Karena itu, keberlanjutan training-training HMI harus terus dijaga sebagai instrumen mencetak kader bangsa.

‎”Saya meyakini alumni LK II dan Senior Course akan menjadi aset penting, tidak hanya bagi HMI Cabang Kutai Kartanegara, tetapi juga bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

‎Apresiasi serupa disampaikan oleh unsur KAHMI Kutai Kartanegara. Alumni HMI menilai kaderisasi merupakan mata air organisasi yang harus terus dijaga kemurnian dan keberlangsungannya agar melahirkan generasi pemimpin yang berintegritas.

‎Penutupan kegiatan dilakukan secara resmi oleh Koordinator Presidium MD KAHMI Kutai Kartanegara, dr. Aulia Rahman Basri, M.Kes, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara, Dr. H. Sunggono, M.M.

KAHMI Kukar Gelar Rakerda, Sinkronkan Program dan Perkuat Peran Mengawal Pembangunan Daerah

IMG 20260614 WA0271

Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, Dr. H. Sunggono, M.M., menyampaikan sambutan pada Closing Ceremony Intermediate Training (LK II) dan Senior Course (SC) Tingkat Nasional HMI Cabang Kutai Kartanegara di Gedung Pramuka Tenggarong, Minggu (14/6) malam.

Dalam sambutannya, Sunggono menegaskan bahwa HMI memiliki sejarah panjang sebagai ruang lahirnya para pemikir, pemimpin, dan penjaga nilai-nilai kebangsaan.

‎”Peradaban tidak dibangun oleh beton semata, tetapi oleh karakter manusia yang kuat. Karena itu kaderisasi memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi masa depan,” ujarnya.

‎Ia juga menekankan bahwa lulusan Senior Course harus mampu menjadi penggerak perubahan yang memberikan dampak nyata di tengah masyarakat.

‎Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, lanjutnya, sangat membutuhkan kontribusi pemikiran dan pengabdian kader-kader muda yang memiliki kapasitas kepemimpinan serta komitmen terhadap pembangunan daerah.

‎”Di dunia ini tidak ada yang mudah, tetapi tidak ada pula yang tidak mungkin. Bermimpilah setinggi-tingginya, karena itu akan menentukan seperti apa masa depan yang ingin kalian capai,” kata Sunggono di hadapan peserta.

‎Kegiatan kemudian ditutup dengan prosesi pelepasan tanda peserta, penyerahan sertifikat secara simbolis, serta refleksi bersama atas perjalanan kaderisasi yang telah dilalui selama pelatihan berlangsung.

‎Penutupan LK II dan Senior Course Nasional HMI Cabang Kutai Kartanegara tidak sekadar menjadi akhir dari sebuah forum pelatihan, melainkan awal dari tanggung jawab baru bagi para alumni untuk mengabdi, berkarya, dan menjaga nyala api perkaderan HMI di tengah perubahan zaman.

Yakin Usaha Sampai.

INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google News

× Advertisement
× Advertisement