Pendidikan

Mahasiswa Bima Peringati Hardiknas Dengan Aksi

Demo Hardiknas di Bima

Insan.news || Bima – Puluhan mahasiswa di Kota Bima peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan aksi demonstrasi disejumlah titik, salah satunya didepan DPRD kabupaten Bima, Selasa (2/5/2023).

Mereka mengungkap dugaan kasus pembungkaman terhadap mahasiswa yang kritis pada dua kampus swasta di Bima.

Pertama, keputusan Drop Out (DO) yang dilakukan pihak kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima terhadap seorang mahasiswa berinisial S 20 tahun.

Kemudian kasus pemukulan oleh seorang oknum dosen di STKIP Taman Siswa, terhadap seorang mahasiswa bernama F 24 tahun.

Dua kasus yang menimpa mahasiswa tersebut bersamaan terjadi pada bulan Ramadan.

Republik Perut Kenyang, Otak Kosong: Ketika Etika Demokrasi Deliberatif Ikut Dikorbankan

Ia membeberkan, S diduga terkena DO dari pihak kampus lantaran mempertanyakan program PIP yang diduga tidak tepat sasaran di STIE Bima.

Sedangkan F diduga dianiaya oknum dosen karena melontarkan kritikan kepada lembaga kampus.

“Dua kasus ini menunjukkan, betapa buruknya pelayanan perguruan tinggi terhadap persoalan dinamika akademik yang terjadi dalam lingkungan kampus,” kata Firdaus yang diketahui sebagai Koordinator Lapangan (Korlap) dalam aksi tersebut.

Selain mengungkap dua kasus tersebut, mereka menuntu pencabutan UU Cipta Kerja atau Omnibuslaw, melaksanakan pengawasan pelaksanaan PIP pada setiap kampus yang ada di Bima.

“Mulai dari keterbukaan dan pendistribusian uang bantuan itu,” tegas Firdaus.

Demokrasi dan Pendidikan: Guru Honorer dalam Bayang-Bayang Negara Demokratis

Selain itu, Kesatuan perjuangan rakyat (KPR) juga menuntut pengusutan terhadap pelanggaran yang diduga dilakukan pihak STIE Bima yang DO mahasiswanya.

Mengusut tuntas kasus pemukulan terhadap mahasiswa di STKIP Taman Siswa Bima. “Oknum yang melanggar harus diadili,” pungkasnya.

Follow Berita Insan News di Google News

× Advertisement
× Advertisement