News

Dr. Ince Nasrullah di LK II Nasional HMI: Krisis Identitas Bangsa Berawal dari Degradasi Moral dan Hilangnya Akar Tradisi

HMI
Akademisi Universitas Muslim Maros, Dr. Ince Nasrullah, S.Pd., M.Hum, menyampaikan materi tentang krisis identitas bangsa dan pentingnya menjaga tradisi melalui pendekatan keilmuan dalam forum LK II Tingkat Nasional 2026 HMI Cabang Butta Salewangang Maros di Wisma Afiat, Kamis (21/5/2026). Foto Ist

INSAN.NEWS || Maros—Akademisi Universitas Muslim Maros, Dr. Ince Nasrullah, menyoroti persoalan krisis identitas yang dinilai tengah dihadapi masyarakat Indonesia di tengah derasnya arus globalisasi.

‎Hal itu disampaikan dalam forum Intermediate Training (LK II) Tingkat Nasional 2026 Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Butta Salewangang Maros di Wisma Afiat, Jalan Poros Daya–Maros, Kamis (21/5/2026).

‎Dalam materinya bertajuk “Indonesia di Tengah Krisis Identitas: Membaca Tradisi dalam Perspektif Keilmuan”, Ince Nasrullah menegaskan bahwa globalisasi tidak hanya membawa kemajuan teknologi dan informasi, tetapi juga memunculkan ancaman degradasi moral yang perlahan mengikis jati diri bangsa.

‎Menurutnya, masyarakat Indonesia mulai mengalami ketidaksinambungan dengan akar budaya dan nilai luhur yang selama ini menjadi fondasi kehidupan sosial.

‎Ia menjelaskan bahwa identitas Indonesia sejatinya harus dibangun dari pemahaman terhadap jati diri manusia Indonesia yang berakar pada nilai kebudayaan, etika, dan tradisi.

Kapolres Maros di LK II Nasional HMI: Hoaks dan Disinformasi Jadi Ancaman Serius di Era Digital

‎Karena itu, tradisi tidak boleh dipandang sebagai sesuatu yang kuno atau menghambat modernitas, melainkan sebagai sumber pengetahuan dan karakter bangsa yang harus dijaga secara ilmiah dan kritis.

‎“Globalisasi jangan sampai membuat kita kehilangan arah. Identitas bangsa harus berangkat dari jati diri manusia Indonesia yang memahami budaya dan nilai luhur bangsanya sendiri,” ujar Ince Nasrullah di hadapan peserta LK II Nasional.

‎Dalam sesi diskusi, salah seorang peserta asal HMI Cabang Bau-Bau La Ode Muhammad Ishak Firdaus, mempertanyakan bagaimana cara memahami tradisi Indonesia yang memiliki nilai luhur sekaligus strategi mempertahankannya di tengah perubahan zaman?

‎Menanggapi hal tersebut, Ince menekankan pentingnya pendekatan akademik dan basis keilmuan dalam membaca tradisi agar tidak sekadar dipahami secara simbolik, tetapi juga memiliki relevansi dengan tantangan sosial modern.

‎“Kader HMI harus menjadi benteng nilai luhur identitas kebudayaan. Tradisi harus dikaji secara mendalam melalui pendekatan akademik tanpa melepaskan basis keilmuan, sehingga nilai-nilai budaya tetap hidup dan mampu menjawab tantangan zaman,” tutupnya.

Tahajud di Arena LK II Nasional HMI Maros, Harun Shikka Songge: Marwah Kader Lahir dari Kesungguhan Bermunajat

INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google News

× Advertisement
× Advertisement