INSAN.NEWS || Makassar—Hypoglossus Foundation (H9F) membagikan masker medis khusus anak dan selebaran edukasi tentang bahaya asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di empat sekolah dasar di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (19/10).
Aksi ini menyasar anak-anak sebagai kelompok yang perlu mendapat perhatian ketika kualitas udara memburuk.
Organisasi yang didirikan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI) angkatan 2009 itu menggabungkan bantuan masker dengan edukasi mengenai cara melindungi diri dari paparan asap.
Kegiatan tersebut dilakukan di tengah kekhawatiran atas asap karhutla yang disebut terbawa angin hingga Makassar.
Dokter spesialis bedah saraf, dr. Akhmad Edwin Indra P., Sp.BS, yang akrab disapa dr. Ciwon, mengimbau masyarakat tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan risiko kesehatan akibat paparan asap.
Menurut dia, masyarakat perlu mengikuti imbauan pemerintah, menggunakan masker yang sesuai ketika beraktivitas di luar ruangan, serta menjaga kondisi tubuh melalui pola makan bergizi.
“Pemerintah sudah melakukan penanganan dan memberikan imbauan terkait kondisi ini. Kita semua sedang berusaha sesuai dengan porsi dan tugas masing-masing. Karena itu, masyarakat perlu mematuhi imbauan yang telah disampaikan,” kata dr. Ciwon saat ditemui di sebuah kafe di kawasan Boulevard, Makassar.
Ia menekankan bahwa perlindungan kesehatan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Selain langkah pemerintah, kesadaran masyarakat untuk mengurangi paparan asap juga penting, terutama ketika kondisi udara tidak sehat.
Empat Sekolah Menjadi Sasaran
Dokter Nur Sabriani Lihawa, M.Kes., mengatakan H9F memprioritaskan siswa sekolah dasar karena anak-anak perlu mendapat perhatian khusus saat terjadi pencemaran udara.
“Kami membagikan masker dan selebaran edukasi ke beberapa titik. Hari ini, kami mendatangi empat sekolah dasar. Anak-anak menjadi prioritas karena paparan asap dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan,” ujar Nur Sabriani saat dihubungi melalui WhatsApp.
Tim H9F mengunjungi SD Negeri Bontorambu dan SD Negeri Tamalanrea. Sementara itu, dr. Ciwon mewakili kegiatan di SD UNM dan SD Rappocini.
Pembagian masker tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu melindungi siswa, tetapi juga memperkenalkan langkah pencegahan yang dapat dilakukan ketika kualitas udara terganggu.
Edukasi Menjadi Bagian Perlindungan
Melalui kegiatan itu, H9F berharap anak-anak dan masyarakat semakin memahami pentingnya perlindungan diri dari paparan asap. Organisasi tersebut juga mengajak masyarakat memperhatikan informasi kualitas udara dan mengikuti imbauan resmi pemerintah.
Ketika kualitas udara memburuk, masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker yang sesuai, serta menutup pintu dan jendela jika asap masuk ke dalam rumah.
Keluhan seperti sesak napas atau gangguan pernapasan yang memburuk perlu segera mendapat penanganan medis.
Aksi H9F menjadi salah satu bentuk keterlibatan masyarakat dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kesehatan akibat asap.
Namun, penanganan dampak karhutla tetap membutuhkan informasi kualitas udara yang akurat, langkah pencegahan yang tepat, dan koordinasi berbagai pihak untuk melindungi kelompok rentan, terutama anak-anak.
INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda
Follow Berita InsanNews di Google News


