Opinions

Khazanah Perkaderan Insan Cita

Perkaderan HMI
MHR Shikka Songge menyampaikan refleksi ideologis tentang peran manusia sebagai khalifah dan urgensi Nilai Dasar Perjuangan (NDP) HMI dalam membangun kesadaran kader pada forum Intermediate Training (LK II) Tingkat Nasional HMI Cabang Butta Salewangang Maros di Arena LK II, Maros, Minggu (24/5/2026). Foto Ist

Oleh: MHR Shikka Songge Instruktur NDPers Nasional 

INSAN.NEWS || Maros—Kenapa Tuhan Memilih Manusia Menjadi Kholifah Di muka bumi, tetapi kebanyakan manusia gagal memahami tujuan substansial penciptaannya sebagai hamba dan dimendatkan menjadi kholifah.

Manusia tidak mengetahui rationing kenapa Tuhan memilih manusia menjadi representasi Tuhan (kholifah) ?, bahkan cara menunaikan tugas tugas kekhoiifahan dan kehambaan yang dimandatkan Tuhanpun manusia tidak tahu.

Oleh karena itu begitu banyak kontradiksi, anomali, ambigue, distorsi, ambivalensi dan bahkan kehancuran yang dihadapi. Manusia tidak tahu cara mengelola peradaban sesama manusia.

Manusia tidak tahu cara membaca hukum cosmologis, bahkan karena itu manusiapun tidak tahu cara mengurus alam untuk kepentingan dan kemanfaatan kemanusiaan dan kelangsungan alam itu sendiri.

Kontroversi Peraturan BPOM No. 5 Tahun 2026: Analisis Perbedaan Regulasi dan Dampaknya terhadap Profesi serta Keselamatan Masyarakat

Kesalahan yang disengaja, atau ketidak tahuan manusia dalam menunaikan fungsi dan peran kekholifahan dan kehambaanya, telah menimbulkan kerusakan pada sistem kemanusiaan, dan sistem kealaman, adalah menunjukan potret kelaliman, kedzaliman dan kebodohan manusia itu sendiri.

Manusia jatuh miskin, lapar, melarat, dan tersungkur dalam kubangan kehinaan. Seharusnya hal demikian tidak patut terjadi pada makhluk manusia yang berfikir dan berdimensi kreative.

Kita juga memotret kerusakan alam di berbagai belahan yang menimpah dan menindas manusia dengan ganas. Manusia terhanyut dan terkubur dibalik limbah dan bongkahan reruntuhan. Manusia tak ubahnya seperti limbah.

Alam menindas manusia, memusnahkan manusia, seakan alam menunjukan kekejaman dan kebengisan pada manusia.

Pada hal alam tidak pernah berfikir untuk menganiaya manusia yang memiliki berbagai kemampuan dan keunggulan.

Politik, Agama, dan Perempuan: Membaca Karakter Manusia dalam Perspektif Albert Camus

Alam semesta raya adalam hamparan untuk meneteksi, mediskriopsi dan mengabstraksi idealisasi guna memaknai hakekat tujuan kehadiran manusia sebagai maupun dalam kapasitasnya sebagai kholifah.

Kenapa alam yang sesungguhnya menjadi objek bagi manusia itu, bisa merobohkan manusia dengan angkuh dan sombong tanpa ampun ? dan manusia yang punya segala galanya namun tidak bisa membebaskan dirinya sendiri dari kepungan keganasan alam yang pongah.

Apa yang salah dari semua rangkaian peristiwa ini ? Negeri ini begitu indah dan kaya akan lapisan susunan sumber daya alam yang berserakan.

Semua kekataan sumber daya alam, walkhusus tambang diurus oleh negara tetapi kenapa rakyat tetap terhimpit dalam lilitan kemiskinan, hiidup melarat dan tak berdaya.

Untuk apa semua kekayaan sumber daya alam tapi tidak sanggup mengangkat marwah, martabat dan derajat manusia dari keterpurukan ? Pada hal manusia mahluk tersempurna, manusia paripurna yang diberi mandat untuk merepresentasi posisi Tuhan di muka bumi.

Tahajud di Arena LK II Nasional HMI Maros, Harun Shikka Songge: Marwah Kader Lahir dari Kesungguhan Bermunajat

Manusia dihadirkan dengan sebuah tugas khusus untuk mengambil peran ketuhanan di muka bumi, mengurus dan melakukan tata kelola alam dengan akal mulia dan ilmu yang diajarkan Tuhan dalam berbagai firmannya.

Apakah manusia yang berotak dan berakal cemerlang, berlogika terstruktur, tetapi tidak bisa membaca pesan pesan Tuhan dalam al kitab.

Sementara pesan pesan ilahy yang tertulis dalam alkitab ribuan tahun lampau itu ditulis menggunakan bahasa manusia yg lugas dipahami untuk dipedomani.

Apakah manusia begitu dzalim dan lalim sehingga abai dg mandat ilahy yang di sandangkan pada manusia ?

Apakah manusia tidak melakukan transendentalisasi, jalan spiritual untuk bertanya dan meminta petunjuk agar ia mendapatkan cahaya kebenaran, bimbingan ilahy agar sll dalam jalan kebenara ?

Ataukah Tuhan sdh terlalu marah pada pengkhianatan, pengingkaran manusia ?

Atau mungkin watak iblis begitu kuat mengendalikan dan menghegemoni manusia, sehingga Iman dan kecerdasan manusia gagal berfungsi akibat sdh diinvasi oleh kelicikan iblis.

Sehingga manusiapu terjerumus dalam jebakan langkah profokasi dan manipulasi iblis, manusiapun tertipu dan akhirnya melakukan tindakan terhina yang menghilangkan dimensi hakiki kemanusiaan.

Dari sinilah proses perencanaan proyek training dimulai. Training di HMI yang berjenjang dengan target yang dirumuskan itu dimaksudkan untuk mereposisi peran dan fungsi manusia sebagaimana tujuan pencitaannya.

Menempatkan manusia pada tempatnya, sebagai mahluk yang berfikir dan proses berfikir itu merupakan ciri manusia yang paling utama untuk membedakan manusia dari mahluk ciptaan Tuhan lainnya.

Dengan fikiran itu menasia dapat menafsirkan setiap fenomena cosmologis, juga bisa mengurai setiap kerumitan realitas sosial, dengan berbagai perspektif argumentasi kebenaran rasional empirisi yang akan memuliakan manusia sebagai hamba dan kholifah.

Sebaliknya ketika manusia gagal mengurai kebenaran, maka manusia gagal mewujudkan tujuan kehadirannya. Alur fikiran manusia yang benar itulah akan menghantarkan untuk mencapai tujuan mulia.

Tidak sedikit kader HMI yang sucses menggapai tujuan karena konsistnsi pada alur logika dan narasi yang benar.

Sebaliknya tidak sedikit juga kader HMI yang tergelincir dari proses yang benar, yakni mereka menggapai kehidupan yang gemilang, tetapi dengan bangunan kerangka berfikir yang salah.

Sebagai organisasi yang berkomunitas Mahasiswa Islam, HMI menjadikan islam sebagai pedoman dan pandangan hidup.

Generasi HMI terdahulu setelah melewati pasang – -surut, jatuh – bangun, melewati rintangan ideologis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka para senior pendahulu merancang dan merumuskan NDP.

Kitab ini berisi tujuh poin dasar, yang dijadikan doktrin ideologis untuk membentuk kerangka berfikir, sikap ideoligis, agar kader kader HMI sanggup melewati jalan berliku, terjal dan berduri untuk mencapai arah dan tujuan organisasi.

Training HMI pada intinya berperan seperti layaknya mesin pencetak untuk mengembalikan pasisi manusia pada tempatnya yang tepat. Yakni mencetak manusia yang berperan sebagai ideolog, dan actor gerakan perubahan.

Sedangkan NDP sebagai bangunan kerangka berfikir dan doktrin ideologis, berfungsi memandu jalan seorang kader menjadi penggerak perubahan peradaban yang diridlohi Allah SWT.

Maros—22 Mei 2026

Arena Intermediate Training, LK2 Tingkat Nasional.

MHR Shikka Songge

INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google News

× Advertisement
× Advertisement