News

Keselamatan Itu Letaknya di Ujung: Pesan Ideologis Bangbarsa Warnai Penutupan LK II Nasional HMI Maros

LK II HMI
Sabaruddin atau Bangbarsa selaku Master of Training (MOT) sekaligus Ketua Bidang PA BADKO HMI Sulsel menyampaikan sambutan penutupan Intermediate Training (LK II) Tingkat Nasional HMI Cabang Butta Salewangang Maros di Ruang Baruga B Kantor Bupati Maros, Senin (25/5/2026) malam. Foto Ist

INSAN.NEWS || Maros—Penutupan Intermediate Training (LK II) Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Butta Salewangang Maros berlangsung penuh refleksi ideologis di Ruang Baruga B Kantor Bupati Maros, Jalan Asoka, Senin (25/5/2026) malam.

‎Forum kaderisasi LK II tersebut ditutup dengan peneguhan nilai perjuangan, tanggung jawab kader, dan arah pengabdian intelektual kader HMI di tengah dinamika zaman.

‎Mewakili Ketua Umum BADKO HMI Sulawesi Selatan, Sabaruddin yang akrab disapa Bangbarsa—selaku Master of Training (MOT) sekaligus Ketua Bidang PA BADKO HMI Sulsel—menyampaikan pesan mendalam kepada peserta LK II.

‎Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa dirinya sengaja belum mengucapkan “selamat” kepada peserta, sebab menurutnya keselamatan sejati seorang kader bukan terletak pada selesainya forum training, melainkan pada kemampuan menjalankan amanah perjuangan setelah kembali ke Komisariat , Cabang, dan bahkan sampai di Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam.

‎“Saya belum mengucapkan selamat kepada peserta. Sebab keselamatan itu letaknya di ujung. Sejauh mana amanah dijalankan, seberapa besar ikhtiar dilakukan, dan bagaimana kader mampu menjaga nilai perjuangan, di situlah makna keselamatan sesungguhnya,” ujar Bangbarsa di hadapan peserta dan alumni HMI yang memenuhi ruang penutupan LK II Nasional tersebut.

LK II Nasional HMI Maros Ditutup, Taufik Hidayat Tegaskan Kader Harus Jadi Tulang Punggung Organisasi

‎Dalam perspektif filosofis, pandangan tersebut mencerminkan konsep perjuangan dalam tradisi intelektual Islam yang menempatkan proses dan istiqamah sebagai inti pengabdian manusia.

‎Gagasan itu sejalan dengan prinsip dalam Al-Qur’an Surah An-Najm ayat 39, bahwa manusia tidak memperoleh selain apa yang diusahakannya, dan segala ikhtiar itu selalu menemukan jalannya sendiri.

‎Dalam tradisi kaderisasi HMI, kader dipandang bukan sekadar individu organisatoris, tetapi manusia ideologis yang dituntut menjaga kesinambungan nilai, pemikiran, dan arah gerakan organisasi.

Bangbarsa juga berpesan kepada seluruh peserta Intermediate Training agar setelah menyelesaikan proses perkaderan mampu menentukan orientasi perjuangannya, baik melalui jalur kultural maupun struktural.

‎Namun demikian, ia menegaskan bahwa seluruh kader pada akhirnya harus kembali ke cabang sebagai rumah ideologis dan menjadi tulang punggung organisasi dalam menjaga mata air perkaderan HMI.

Ada-Ada Jhe Itu—dan Spirit YAKUSA Menjadi Energi Penutup LK II Nasional HMI Maros

‎“Silakan memilih jalan perjuangan, apakah di kultur atau di struktur. Tetapi harapan terbesar organisasi adalah kalian kembali ke cabang asal dan siap menjadi tulang punggung HMI. Sebab organisasi ini hanya akan hidup jika kader-kadernya tetap setia menjaga ruh perjuangan,” katanya.

‎Di akhir sambutannya, Bangbarsa juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada pengurus HMI Cabang Butta Salewangang Maros yang dinilai konsisten menjaga tradisi kaderisasi.

‎Ia menyebut keberhasilan pelaksanaan LK II Nasional untuk kedua kalinya dalam satu periode kepengurusan menunjukkan bahwa HMI Maros masih menjadikan perkaderan sebagai jantung organisasi dan ruang lahirnya kader-kader intelektual yang siap membaca zaman serta menggerakkan peradaban Indonesia.

INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda ‎Follow Berita InsanNews di Google News

Menanam Masa Depan: PNM, BRINS, dan Buttaporea Tanam 7.000 Mangrove di Pesisir Untia Makassar ‎
× Advertisement
× Advertisement