News

LK II Nasional HMI Maros Ditutup, Taufik Hidayat Tegaskan Kader Harus Jadi Tulang Punggung Organisasi

LK II HMI
Ketua Umum HMI Cabang Butta Salewangang Maros, Muhammad Taufik Hidayat, menyampaikan sambutan penutupan Intermediate Training (LK II) Tingkat Nasional 2026 di Ruang Baruga B Kantor Bupati Maros, Senin (25/5/2026) malam. Foto Ist

INSAN.NEWS || Maros—Suasana penuh refleksi dan semangat ideologis mewarnai penutupan Intermediate Training (LK II) Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Butta Salewangang Maros yang berlangsung di Ruang Baruga B Kantor Bupati Maros, Jalan Asoka, Senin (25/5/2026) malam.

‎Penutupan tersebut menjadi momentum peneguhan arah perjuangan kader setelah melewati tahapan perkaderan tingkat menengah yang diikuti peserta dari berbagai cabang HMI di Indonesia.

‎Ketua Umum HMI Cabang Butta Salewangang Maros, Muhammad Taufik Hidayat, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan LK II Tingkat Nasional untuk kedua kalinya merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menjaga tradisi kaderisasi dan menjaga ruh organisasi dalam melahirkan generasi intelektual muda yang siap mengemban tanggung jawab keummatan dan kebangsaan.

‎Menurutnya, HMI Cabang Butta Salewangang Maros harus terus menjadi ruang persemaian benih-benih muda kader yang memiliki integritas, kapasitas intelektual, dan keberanian moral.

“LK II ini bukan hanya forum pelatihan, tetapi ruang pembentukan watak dan kesadaran ideologis kader. HMI Cabang Butta Salewangang Maros ingin menjadi tempat tumbuhnya benih-benih muda HMI yang kelak mampu menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat,” ujar Muhammad Taufik Hidayat di hadapan peserta dan alumni HMI yang hadir dalam penutupan tersebut.

Ada-Ada Jhe Itu—dan Spirit YAKUSA Menjadi Energi Penutup LK II Nasional HMI Maros

‎Dalam suasana penutupan yang berlangsung khidmat, Taufik juga mengulas makna filosofis kader sebagai tulang punggung organisasi.

‎Ia menyebut bahwa seorang kader bukan sekadar anggota administratif, melainkan manusia perjuangan yang disiapkan untuk menjaga keberlangsungan nilai, arah gerakan, dan cita-cita organisasi.

‎Menurutnya, definisi kader dalam tradisi HMI selalu berkaitan dengan kesiapan memikul amanah dan tetap berdiri dalam situasi sesulit apa pun.

‎‎“Kader adalah tulang punggung organisasi. Artinya, kader harus siap menopang perjuangan, menjaga idealisme, dan tetap berdiri ketika organisasi menghadapi tantangan. HMI tidak hanya membutuhkan orang cerdas, tetapi juga manusia yang punya kesetiaan dan loyalitas, dan keberanian menjaga nilai,” katanya.

‎Ia menambahkan, filosofi kaderisasi HMI sejatinya berangkat dari kesadaran transendental bahwa manusia diciptakan bukan sekadar untuk hidup secara individual, tetapi mewarisi semua pesan-pesan langit untuk menjewantah di bumi manusia “Buttasalewangang” sebagai ikhtiar bersama dalam Gerakan Intelektual HMI; Membaca Zaman dan Menggerakkan Peradaban Indonesia sebagaimana termaktub dalam tema kegiatan tersebut.

Menanam Masa Depan: PNM, BRINS, dan Buttaporea Tanam 7.000 Mangrove di Pesisir Untia Makassar ‎

‎Dalam perspektif itu, Intermediate Training bukan hanya proses transfer pengetahuan, melainkan proses pendewasaan cara berpikir, pembentukan karakter, serta peneguhan tanggung jawab sosial kader terhadap umat dan bangsa.

‎Penutupan LK II Nasional HMI Maros pun berlangsung penuh keakraban dan solidaritas, ditandai dengan komitmen bersama peserta untuk terus menjaga Mata Air Perkaderan sebagai jalan sunyi Kader HMI dalam menyelami kebeningan mata Air Perkaderan HMI, sebagaimana cita besar HMI dalam mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT.

INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google News

× Advertisement
× Advertisement