Pembangun Bandara Tidak Kunjung Usai, Gepma Nusantara Geruduk Kantor Angkasa Pura 1

oleh -2722 Dilihat
Gepma
Gerakan Pemuda Mahasiswa (Gepma) Nusantara kembali menggelar aksi unjuk rasa Jilid III imbas dari pembangunan Perluasan Bandara Sultan Hasanuddin yang tidak kunjung selesai, pada Senin (18/12/2023).

INSAN.NEWS || MAKASSAR – Gerakan Pemuda Mahasiswa (Gepma) Nusantara kembali menggelar aksi unjuk rasa Jilid III imbas dari pembangunan Perluasan Bandara Internasinal Sultan Hasanuddin yang tidak kunjung selesai, pada Senin (18/12/2023).

Dalam aksi tersebut Gepma Nusantara kembali pertanyakan terkait proyek perluasan bandara internasional Sultan Hasanuddin yang tidak kunjung selesai.

Yusuf yang diketahui sebagai ketua Gepma Nusantara mengatakan klarifikasi yang diberikan oleh pihak angkasa pura 1 dianggapnya hanya sebagai alasan yang tidak masuk akal.

“Dalam aksi sebelumnya pihak Angkasa pura 1 memberikan alasan mangkraknya pembangunan bandara Sultan Hasanuddin imbas dari Pandemi Covid -19 namun pasca covid-19 tak kunjung selesai juga. dan angkasa pura 1 menggunakan Dana pribadi perusahaan dan tidak menggunakan APBN ataupun APBD, namun hal tersebut dibantah”, katanya.

Ia juga mencurigai adanya persekongkolan antara pihak Wika dengan Angkasa Pura 1 yang merupakan perusahaan yang bergerak di bawah naungan BUMN yang tidak mengajukan permohonan bantuan.

Menurutnya, tidak masuk akal jika Angkasa Pura 1 tidak menggunakan anggaran negara.

“Patut kita curigai Pihak Wika dan angkasa pura 1 karena BUMN menyiapkan anggaran 54 Triliun yang untuk Pembangunan, namun angkasa pura 1 Menolak mengajukan permohonan bantuan dana”, Ucapnya.

Selain itu Hamzah menuturkan adanya perbedaan klarifikasi yang diberikan oleh Angkasa Pura 1 dan pihak kejaksaan tinggi sul-sel. Angkasa pura 1 dalam penuturannya bahwa pembangunan Perluasan bandara Internasiona Sultan Hasanuddin diawasi langsung oleh kejaksaan agung dan BPK, Namun hal tersebut berbeda dari apa yang disampaikan oleh pihak Kejaksaan tinggi sul-sel yang mengatakan bahwa hanya sebagian saja yang kami awasi dalam pembangunan bandara sultan Hasanuddin dan kami akan tinjau kembali apa yang menjadi teman-teman dari massa aksi.

“Adanya perbedaan klarifikasi antara Ankasa Pura 1 dengan Pihak Kejati Sulsel ini menambah kecurigaan kami” ucap Hamzah dalam orasi ilmiahnya.

Adapun tuntutan mereka dalam aksi ini adalah;

  • Mendesak pihak Pemprov Sulsel untuk menekan pihak Angkasa pura 1 dalam  menyelesaikan proses pembangunan bandara Internasional sultan Hasanuddin
  • Mendesak kepala angkasa pura 1 untuk mundur dari jabatannya.
Baca;   Menteri Bahlil lebaran Bersama Bos Freeport Indonesia

INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda
Follow Berita Insan News di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *