INSAN.NEWS || Maros—Upaya menekan angka stunting tak lagi berhenti pada intervensi medis semata. Pendekatan berbasis keluarga dan lingkungan kini mulai diperkuat.
Hal itu terlihat dalam kegiatan peningkatan kapasitas kader Posyandu yang digelar Madani Sahitya Indonesia di Desa Purnakarya, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Jumat, (8/5).
Kegiatan ini memadukan pelatihan pencegahan dan penanganan stunting dengan Training of Trainers (TOT) pemanfaatan lahan pekarangan sebagai “apotik hidup”—konsep sederhana namun strategis untuk menyediakan tanaman herbal keluarga.
Sekretaris I Tim Penggerak PKK Kabupaten Maros, Fitriani Syamsuar, menegaskan peran penting kader PKK dalam membangun kesadaran hidup sehat di tingkat rumah tangga.
Menurut dia, optimalisasi pekarangan sebagai apotik hidup dapat menjadi sumber pangan dan herbal yang mendukung pencegahan stunting.
“Pemanfaatan lahan pekarangan bukan hanya soal estetika, tetapi bagian dari strategi kesehatan keluarga,” ujarnya.


Direktur Madani Sahitya Indonesia, Yudhi Abdi Wibowo, menyampaikan pemaparan dalam kegiatan peningkatan kapasitas kader Posyandu di Desa Purnakarya, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Jumat (8/5/2026).
Direktur Madani Sahitya Indonesia, Yudhi Abdi Wibowo, menekankan bahwa stunting adalah persoalan multidimensi yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Ia menyebut, keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar intervensi berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Tanpa partisipasi aktif warga, program pencegahan stunting sulit mencapai hasil optimal,” kata Yudhi.
Apresiasi juga datang dari Kepala Bagian Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, Hasmawati. Ia menegaskan bahwa kader Posyandu merupakan garda terdepan dalam edukasi dan deteksi dini kasus stunting di masyarakat.
“Pelatihan seperti ini penting untuk memperkuat kapasitas kader sebagai ujung tombak di lapangan,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan praktik langsung pembuatan media tanam menggunakan bahan alternatif, yang dipandu praktisi pertanian Nurhadi bersama tim. Pelatihan ini diharapkan mampu diterapkan secara mandiri oleh kader di lingkungan masing-masing.
Sejumlah unsur hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari bidan desa, kader Posyandu se-Kecamatan Tanralili, tokoh masyarakat, organisasi sipil, hingga tokoh perempuan.
INSAN.NEWS – Menginspirasi Anda Follow Berita InsanNews di Google News


